Naga Muda Jadi No 2
Oleh: Jeremy Huang
Kontes lomba naga di 2024 penuh pesona, naga tua dan naga muda akan rebutan menjadi pimpinan. Naga adalah lambang kejayaan pimpinan.
Naga tua berpasangan dengan naga muda dalam kontes tersebut untuk dapat menjadi pimpinan. Karena ayahnya naga muda saat ini jadi pimpinan dan berkuasa. Oleh sebab itu naga muda dipilih untuk jadi wakilnya naga tua karena ayahnya naga muda saat ini yang jadi pimpinan. Ayahnya naga muda dulu adalah rival lawannya naga tua dalam kontes naga. Dua kali berturut-turut ayahnya naga muda dapat mengalahkan naga tua.
Oleh sebab itu naga tua minta naga muda untuk jadi wakilnya bertujuan untuk dapat dukungan suara dari para pendukung ayahnya naga muda.
Tidak ada yang salah dengan politik dinasti karena dalam demokrasi adalah masyarakat umum yang memilih bukan ditunjuk langsung tetapi lewat pemilihan umum, mungkin terlihat dan dirasa kurang elok, dan kurang etika, dari sisi kepatutan dan kepantasan, kurang pantas, dan kurang patut.
Di saat ayahnya berkuasa, ayahnya mempersiapkan anaknya untuk menggantikan dirinya jadi wakil pendamping. Seharusnya ayahnya naga mempersiapkan anaknya sesudah dia turun tahta barulah sang anak dipersiapkan. Sang anak harusnya dilatih, digembleng dan dibina dulu di kawah Candradimuka, seperti kisah Gatotkaca sebelum jadi ksatria, digembleng, dilatih dan dibina di kawah Candradimuka sebelum menjadi ksatria. Supaya dapat pengalaman dan bekal yang cukup sebelum jadi pimpinan. Tidak menjadi manusia instan.
Menjadi pimpinan instant kurang patut dan kurang pantas harus dilatih, digembleng dan dibekali dulu oleh pengalaman kehidupan. Manusia boleh berencana tetapi Tuhan yang membuat keputusan. (*)
