Seru! Atlet Kurash Jabar Unjuk Gigi di Hadapan Santri Pondok Pesantren Akmala Sabila
CIREBON, (SGOnline).-
ADA suasana berbeda di Aula Pondok Pesantren (Ponpes) Akmala Sabila. Pasalnya, atlet sekaligus pengurus Federasi Kurash Indonesia (Ferkushi) Jawa Barat melakukan aksi demonstrasi beladiri Kurash di hadapan ratusan santri ponpes yang terletak di Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon tersebut, Rabu (7/9/2022).
Awalnya para santri terlihat ‘ngeri’, saat menyaksikan dua atlet Kurash, yakni Ketua Harian Kurash Jabar, Edri Paduka Prapanca dan Sub Bidang Pelatihan Devin Haryanto memeragakan sejumlah teknik bantingan. Termasuk istilah-istilah dalam pertandingan Kurash.

Namun tak lama kemudian suasana berubah menjadi menyenangkan, karena duo atlet tersebut mampu menampilkan teknik-teknik dasar Kurash yang disertai dengan joke-joke segar. Hal itu membuat para santri terlihat antusias mengikuti satu demi satu teknik yang dijelaskan Edri Paduka Prapanca.
Bahkan usai memeragakan sejumlah teknis beladiri Kurash, Panca sapaan akrabnya, mengajukan tiga pertanyaan kepada para santri. Bagi mereka yang mempu menjawab pertanyaan dengan baik, maka akan mendapat uang saku masing-masing sebesar Rp 50.000 dari Ketua Umum Pengprov Ferkushi Jabar, H Zaenal Muttaqin (HZM).

Pertanyaan pertama diajukan Ketua Umum Ferkushi Jabar, H Zaenal Muttaqin yang meminta santri untuk menyebutkan siapa nama Ketum Ferkushi Jabar. “Siapakah nama Ketua Umum Pengprov Ferkushi Jabar?” ungkapnya.
Alhasil, spontan banyak santri yang mengacungkan tangan, namun hanya dua santri dan santriwati yang terpilih. Namun karena keduanya menjawab dengan tepat akhirnya pertanyaan kedua pun diajukan sebagai babak final, “Apa kepanjangan Ferkushi?” tanya HZM.
Dimas, satu dari dua pelajar tersebut mampu menjawab lebih cepat dan berhak atas uang saku dari HZM. Namun sebelum kembali ke tempat duduknya, Panca mencoba memeragakan teknik bantingan terhadap Dimas. Meski awalnya terlihat ketakutan, tapi ternyata Dimas mengaku tidak merasa sakit meskipun dibanting. Hal itu membuktikan jika beladiri Kurash aman untuk segala usia.

Pertanyaan kedua diajukan Kepala SMAIT Akmala Sabila, Habib Khaerussani yang menanyakan siapakah nama Bendahara Umum Pengprov Ferkushi Jabar dan salah seorang santriwati langsung menjawab, Pak Dicky dan berhak mendapat uang saku dari HZM.
Adapun pertanyaan ketiga diajukan Panca. “Hayo siapa yang tahu asal beladiri Kurash dari mana?” tanyanya.
Tak lama berselang, salah seorang santri mengangkat tangannya, “Dari Samarkhan, Pak,” jawab siswa tersebut.
“Itu bangsanya. Coba tahu tidak dari mana asal Imam Bukhori? Siapa yang tahu?” tanya Panca lagi.
Karena tidak ada yang mampu menjawab, akhirnya jawaban santri tadi dikoreksi Panca dengan menjelaskan jika asal beladiri Kurash tersebut dari Bukhara. Meski demikian, ia tetap mendapat uang saku sebesar Rp 50.000.

Dalam penjelasannya, Panca menginfomasikan jika sejumlah pembalap motor dunia mempelajari teknik-teknik beladiri Kurash. Upaya ini sebagai antisipasi jika yang bersangkutan jatuh saat balapan bisa terhindar dari kecelakaan fatal. “Jadi saat terjatuh akan aman dan bisa kembali melanjutkan pertandingan tanpa cedera,” papar dia.
Dalam kunjungan kali sejumlah pengurus Ferkushi Jabar turut mendampingi Ketum Ferkushi Jabar, HZM, yakni Ketua Harian Edri Paduka Prapanca, Bendahara Umum Dicky Ardiansyah, Sub Bidang Hukum Deden Aquariandi, Sub Bidang Pertandingan Mohammad Arifien, Sub Bidang Pelatihan Devin Haryanto serta Sub Bidang Usaha Dana dan Sponsorsip Ruddy Apriantho.
Masuk Ekstrakurikuler
HZM dalam sambutannya menjelaskan, Kurash sudah berusaha 3.500 tahun dan bisa dikatakan sebagai beladiri tertua di dunia. Bahkan Kurash sudah dipertandingkan di Olimpiade. Hal itu membuktikan jika Kurash sudah mendunia dan memiliki banyak atlet berkelas internasional.
“Oleh karena itu, kedatangan kami ke sini untuk mengajak anak-anakku sekalian agar mau belajar beladiri Kurash. Silakan mendaftar ya, nanti pondok pesantren ini akan memasukkan Kurash sebagai ekstrakurikuler. Jangan khawatir Kurash ini bisa menjadi salah satu kunci bisa masuk ke banyak perguruan tinggi seperti UPI, ITB dan lain-lain dari jalur prestasi,” terangnya.
HZM mengingatkan jika beladiri Kurash ini aman dan menyenangkan, karena tidak ada pukulan dan tendangan. Bahkan ketika pertama kali dikembangkan, olahraga ini dilakukan di tepi pantai. “Yang pasti Kurash ini sangat aman, jadi anak-anakku semua yang hadir di acara ini bisa mendaftar ya?” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SMAIT Akmala Sabila, Habib Khaerussani, mengungkapkan, beladiri Kurash ini termasuk sunnah Nabi Muhammad SAW, selain berkuda dan memanah. Ia pun secara singkat sempat menjelaskan sejarah beladiri Kurash.
Habib juga mengaku sangat mendukung pengembangan olahraga Kurash di sekolah yang dipimpinnya. Untuk itu, dirinya meminta kepada seluruh santri agar tidak ragu belajar Kurash. “Olahraga ini aman kok, jangan ragu ya. Nanti ada ekstrakurikuler Kurash di pondok pesantren ini,” ucapnya. (Ruddy/SGO)
