Amplop
Oleh: Jeremy Huang Wijaya
Amplop saat ini menjadi trend, jika ada amplop semua bisa berjalan, jika tidak ada amplop hampir bisa dipastikan tidak bisa berjalan lancar.
Oknum-oknum pejabat yang memulai tradisi adanya budaya amplop, ketika rakyat kecil membutuhkan surat-surat untuk mengurus kepentingan pekerjaan atau pendidikan. Maka oknum pemilik kursi jabatan meminta amplop supaya surat-surat keterangan bagi penduduk dapat keluar dengan mudah jika tidak ada amplop maka akan susah untuk dapat mengurus surat-surat.
Ironisnya oknum pejabat yang melakukan korupsi dan pungli hanya dihukum ringan, dan dikurangi masa hukumannya. Anehnya KPK saat ini tidak serajin dulu, dulu KPK adalah lembaga yang ditakuti para koruptor. Tidak adil saat ini para koruptor hukumannya ringan dan mendapat potongan hukuman.
KPK jangan dibubarkan, tetapi jadikan KPK sebagai lembaga yang independent, dan mandiri tidak di bawah kendali siapapun. Memiliki kewenangan yang bebas sehingga KPK dapat rajin bekerja dan dapat menciptakan pemerintahan yang bersih dan sehat.
Berharap pemilu 2024 menghasilkan Pemerintahan yang bersih Dan berani merevisi UU KPK. Diharapkan Pemilu 2024 dapat menghasilkan Pemerintahan yang berani melawan Korupsi, diharapkan Pemilu 2024 dapat menghasilkan Pemerintahan yang berani mengembalikan tugas dan wewenang KPK sebagai lembaga hukum yang mandiri tidak dibawah siapapun.
Berharap Pemilu 2024 dapat menghasilkan keseimbangan Pemerintahan artinya harus ada oposisi jadi ada koalisi tetapi juga harus ada oposisi. Berharap partai partai juga berani beroposisi juga jika tidak menjadi pemenang dan jika tidak masuk dalam pemerintahan harus berani beroposisi.
Tolak politik uang, pilih pemimpin dan wakil rakyat yang rajin bekerja untuk rakyat, pilih pemimpin Dan wakil rakyat yang mau turun ke rakyat. Pilih pemimpin Dan pilih wakil rakyat yang mau tinggal bersama rakyat. Sedihnya saat ini para calon legislatif Ada yang belum turun ke rumah rumah rakyat, hanya team sukses nya, saat ini yang ada baru spanduknya bertebaran tetapi calon legislatif belum turun ke tengah tengah rakyat.
Jika mau dipilih harus nya calon legislatif yang turun dari rumah ke rumah bukan spanduk dan stickernya, calon legislatif harus turun ke bawah. Saat ini yang terjadi team sukses yang kaya, sementara rakyat kecil belum tentu sejahtera. (*)
