2024-07-23

SGOnline

Bersinar & Informatif

Suhendrik Buktikan Anak Muda Bisa Beri Sumbangsih untuk Kemajuan Jawa Barat

2 min read

Cirebon, (SGOnline),-
Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemda Provinsi Jabar) resmi menggelar Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) 2024. Acara pembukaan kompetisi tahunan ini diadakan di Auditorium Taman Budaya Jawa Barat, Kota Bandung. KIJB bertujuan untuk mendorong kepala daerah dan pimpinan perangkat daerah di Jawa Barat untuk menciptakan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pada tahun ini, Suhendrik, seorang tokoh muda asal Kota Cirebon, kembali dipercaya sebagai salah satu tim penilai independen KIJB 2024. Suhendrik, yang berasal dari The Jabar Ekspres Institute of Pro Otonomi, akan bergabung dengan perwakilan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), BP2D Jabar, akademisi, dan praktisi lainnya dalam menilai inovasi-inovasi yang diajukan.

“Saya bangga dan merasa terhormat karena mendapat kesempatan, kepercayaan memberi sumbangsih menghadirkan inovasi yang bisa memudahkan dan membantu masyarakat Jawa Barat,” ujar Suhendrik. Ia telah terlibat aktif dalam KIJB selama delapan tahun berturut-turut, mulai dari era kepemimpinan Gubernur Ahmad Heryawan, Gubernur Ridwan Kamil, hingga Pj Gubernur Bey Machmudin.

Suhendrik menyaksikan langsung keseriusan 27 kepala daerah dan pimpinan perangkat daerah di Jawa Barat dalam berinovasi dan mencari solusi untuk berbagai permasalahan. Ia bersyukur karena KIJB terus diselenggarakan secara konsisten dan telah berhasil melahirkan berbagai inovasi yang bernilai positif bagi masyarakat.

“Menjadi saksi, menjadi juri, dan menguji secara kompetitif ide serta terobosan di bidang pelayanan publik adalah pengalaman yang luar biasa,” kata kandidat doktor Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran (Unpad) tersebut. Menurut alumni SMA Negeri 6 Kota Cirebon ini, kepercayaan sebagai tim penilai independen KIJB adalah kesempatan untuk terus belajar dan mengasah kepekaan terhadap kondisi yang dihadapi oleh publik dan pemerintah.

Suhendrik menegaskan bahwa dinamika yang terjadi di masyarakat harus disikapi dengan baik, salah satunya dengan menghadirkan ide dan inovasi kekinian. Tanpa inovasi, pemerintah akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan publik dan memenangkan hati rakyat. “Innovate to elevate. RT inovatif, RW inovatif, Pemda inovatif, Pemprov inovatif, Indonesia Maju. Semuanya harus terus diupayakan demi menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat,” tutupnya.

(Andi/SGO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *