Shin Tae Yong, Sang Arsitektur Sepak Bola Indonesia
Oleh Jeremy Huang Wijaya
植物种子不是一天就能结果的,必须先种下,先生长再结果. Zhíwù zhǒngzǐ bùshì yītiān jiù néng jiéguǒ de, bìxū xiān zhǒng xià, xiānshēng zhǎng zài jiéguǒ. Artinya bibit tanaman tidak berbuah dalam sehari, harus ditanam dulu, tumbuh dulu kemudian berbuah.
Ketika kita melihat pertandingan Indonesia melawan Argentina. Kita kagum dengan penampilan para pemain kita mulai dari Asnawi Mangku Alam dan Marselino Ferdinan dipuji Jurnalis Eropa, kemudian Pratama Arhan ketiga pemain tersebut asli dilatih dari nol oleh Shin Tae Yong sehingga dapat banyak pujian dari pemain Argentina maupun dari media Asing.
Teknik permainan mereka dan nafas mereka luar biasa. Dimana mereka berani “berduel” merebut bola dari kaki lawan dan berulang kali juga para pemain kita dapat menekan daerah pertahanan Argentina. Tim asuhan Shin Tae Yong ini berhasil menahan imbang juara World Cup 2022 Qatar, setidaknya hingga menit ke-38. Di menit tersebut, Leando Paredes mencetak gol hingga membuat kedudukan 1-0.
Shin Tae Yong adalah arsitektur sepak bola yang sudah meletakkan dasar permainan bola. Sehingga permainan bola dari pemain pemain kita berkembang menjadi baik dan peringkatnya naik. Permainan bola bukan asal main tetapi harus ada tekhnik yang mumpuni dan nafas panjang. Sehingga dapat memenangkan pertandingan.
Para pemain yang menjuarai Sea Games sebagian besar hasil binaan Shin Tae Yong. Tadinya mereka akan ikut Piala Dunia Usia 20 tahun. Tetapi batal.
Coach Shin Tae Yong merupakan tipikal pelatih yang tak mau diganggu gugat dalam hal taktik dan strategi permainan yang dikembangkannya. Maka tak mengherankan jika selama era kepelatihan Shin Tae Yong, permainan Timnas Indonesia melonjak pesat karena para pemain yang diturunkan di lapangan murni pilihan dari sang pelatih. Membuat pemain jadi berkualitas.
Shin Tae Yong mulai melatih sepak bola Indonesia Desember 2019 dikontrak hingga Desember 2023.tetapi diperpanjang selama 2 bulan hingga Februari 2024. Shin Tae Yong dipercaya memimpin Skuad Garuda di Piala Asia 2023 di Qatar pada 12 Januari-10 Februari 2024. Jika melihat penampilan Indonesia lawan Argentina. Optimis tim Indonesia bisa lolos dari penyisihan Grup.
Apapun hasilnya di Piala Asia berharap PSSI dapat memperpanjang Kontrak Shin Tae Yong hingga 2027. Untuk melatih usia muda yaitu Usia 20 tahun supaya memiliki tekhnik permainan dan nafas yang panjang. (*)
