2026-04-20

SGOnline

Bersinar & Informatif

Eksistensi ITB Diharapkan Mampu Berkontribusi untuk Kemajuan Kabupaten Cirebon

KABUPATEN, SGOnline.- Bupati Cirebon H Imron, mengharapkan eksistensi Institut Teknologi Bandung (ITB) di Kabupaten Cirebon, bisa berkontribusi terhadap kemajuan daerah. Perguruan tinggi yang berpusat di Kota Bandung tersebut menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.

Imron mengatakan, dalam upaya mewujudkan kemajuan daerah, Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon berharap adanya kerja sama dengan pihak ITB, salah satunya menggali potensi.

“Saya ucapkan banyak terima kasih, bangga, dan bersyukur bahwa di Kabupaten Cirebon ada perguruan tinggi berkualitas, yaitu ITB. Orang Cirebon dahulu kalau ditanya ingin kuliah ke mana? Pasti jawabnya ITB,” tutur Imron saat peresmian Kampus ITB Cirebon di Kecamatan Arjawinangun, Senin (17/1/2022).

Imron menuturkan, salah satu potensi yang dikembangkan ITB bersama pemerintah daerah yakni sektor kelautan. Daerah Kabupaten Cirebon memiliki garis pantai sepanjang 77 kilometer.

Bukan hanya itu, generasi penerus di Kabupaten Cirebon didorong bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang memiliki logo Ganesha atau dewa ilmu pengetahuan.

“Untuk meningkatkan SDM, kami juga ingin orang yang ada di Kabupaten Cirebon bisa masuk di ITB. Kami ingin sekali bagaimana anak-anak kami mengikuti prosedur yang ada di ITB,” katanya.

Sementara itu Rektor ITB Prof. Reini Wirahadikusumah mengatakan, selain dilakukan peresmian per 17 Januari 2022 ini,
dua program studi, yaitu Teknik Geofisika dan Oseanografi memulai perkuliahan di Kampus Cirebon pada semester I TA 2022/2023 dan Teknik Perminyakan pada semester II TA 2022/2023.

Ditambahkan Reini, keberadaan ITB Kampus Cirebon diproyeksi bakal menampung sekitar 10 ribu mahasiswa, baik di kampus yang berada di Arjawinangun maupun Watubelah.

“Tujuan utama pengembangan multikampus adalah meningkatkan peran ITB dalam membangun riset dan inovasi unggul dimasa depan, berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas internasional namun berbasiskan kearifan lokal,” ungkap Reini.

“Multikampus adalah bukti komitmen ITB dalam menjalankan misi sebagai locally relevant and globally respected university,” sambungnya.

Reini memaparkan, persiapan ITB Kampus Cirebon dimulai sejak 2015 dan pembukaan kegiatan akademik di Cirebon menandai era baru dalam pendidikan tinggi, yakni education 4.0 yang mengedepankan teknologi informasi/digital.

Keberadaan ITB Kampus Cirebon, diharapkan dapat meningkatkan angka pemerataan pendidikan tinggi di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon Kota/Kabupaten, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) khususnya, dan di Jawa Barat umumnya, serta mendukung penelitian dibidang sains, teknologi, seni, dan humaniora.

Disisi lain Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyebutkan, kampus ITB Cirebon bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk masyarakat Jawa Barat dan khususnya Ciayumajakuning.

Emil menuturkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengapresiasi kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Cirebon dengan ITB.

“Kami bantu dari provinsi, sehingga menghasilkan kemajuan ini. Pada masa yang akan datang, diharapkan betul-betul bisa menjemput Indonesia emas. Di mana, salah satu faktornya revolusi sosial dan ekonomi,” kata gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini secara virtual. (Diskominfo/Andi/SGO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *