2026-04-18

SGOnline

Bersinar & Informatif

Bapelitbangda & Budpar Beda Pendapat Soal Rencana Pengembangan Pariwisata Jejak Cheng Ho

Kabupaten, (SGOnline),- Pembahasan Rencana Pengembangan Pariwisata Berorientasi Sejarah Jejak-jejak Peninggalan Laksamana Cheng Ho di Cirebon yang diinisiasi Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Cirebon mendapat penolakan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) setempat.

Fungsional di Budpar yang juga seorang seniman dan budayawan Cirebon, Casta menegaskan, persoalan ini sudah dibicarakan diinternal dan disepakati untuk menolak.

Alasannya, lanjut aparatur sipil negara (ASN) yang dikenal kritis ini, rencana itu tidak masuk dalam program prioritas di Budpar Kabupaten Cirebon.

“Sudah dilakukan pembahasan di Budpar, hasilnya kami menolak rencana tersebut. Rencana ini bukan tidak baik, tapi kami ingin fokus pada program skala prioritas,” tandasnya.

Menurut Casta, ada program skala prioritas yang harus diselesaikan yakni pengembangan pariwisata di Gunungjati, Trusmi dan Talun. Program itu jelas masuk rencana di Budpar, yang sampai sekarang kurang mendapat dukungan sehingga tidak selesai-selesai.

Pembahasan tersebut berlangsung Kamis (6/7/2023) di salah satu rumah makan di Widarasari, Kedawung, Kabupaten Cirebon.

Sarasehan ini diikuti dari Bapelitbangda, Budpar, Bagian Pemerintahan dan dinas lain. Acara dipimpin Sekretaris Bapelitbangda, Agung Gumilang. Hadir pula Kepala Dinas (Kadis) Budpar, Abraham Mohamad.

Kadis Budpar, Abraham Mohamad dalam kesempatan itu meminta Bapelitbangda lebih fokus mendukung rencana induk pengembangan pariwisata yang menjadi prioritas.

“Rencana induk pengembangan pariwisata sudah bertahun-tahun belum disetujui DPRD, kenapa Bapelitbangda tidak bantu itu saja. Kenapa juga Bapelitbangda kurang mendukung program-program Budpar, malah banyak yang dicoret,” tandas ASN yang dikenal suka bersuara lantang ini.

Abraham mengakui Laksamana Cheng Ho punya jejak dan namanya memang mendunia. Tapi, rencana program itu harus jelas maksud dan tujuannya.

“Kenapa rencana ini sampai dibahas khusus, sementara banyak program kami yang dicoret. Kita juga perlu tahu lembaga yang akan mengajak kerja sama nanti jelas tidak statusnya,” tanya Kadis Budpar.

Sementara itu, Agung Gumilang menyampaikan terima kasih atas saran dan masukan yang diberikan pihak Dinas Budpar. Bapelitbangda juga tidak memaksanakan diri terkait rencana kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini digelar sebagai bentuk perhatian kami atas aspirasi yang datang dari elemen masyarakat. Maka, kita diskusikan dan lakukan pembahasan bersama dinas terkait. Bila kemudian terjadi perbedaan pendapat, inilah hasil diskusinya. Kami tetap menyampaikan laporan ke Pak Bupati,” pungkasnya. (Andi/SGO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *