2026-06-04

SGOnline

Bersinar & Informatif

Tradisi Upacara Kematian Warga Tionghoa

Oleh: Jeremy Huang Wijaya

Ada pepatah 生命是播种善意的奥秘,所以当它死去时,它会永远被记住. Shēngmìng shì bōzhòng shànyì de àomì, suǒyǐ dāng tā sǐqù shí, tā huì yǒngyuǎn bèi jì zhù artinya
kehidupan adalah misteri tabur kebaikan supaya dikenang selalu ketika meninggal.

Zaman dulu warga Tionghoa di atas usia 60 tahun sudah membeli peti mati sebagai persiapan jika meninggal. Karena menurut kepercayaan orang tionghoa jika peti mati dapat sumbangan maka rejeki kehidupannya diambil oleh yang memberikan sumbangan peti mati, konon katanya jika seseorang mau meninggal satu hari sebelum kematian akan berbunyi. Konon penjual peti mati dapat memprediksi peti matinya akan laku karena seharian peti matinya mengeluarkan suara aneh seperti ada isinya dalam peti mati. Mereka yang memiliki meja sembahyang akan tahu jika ada anggota keluarga yang meninggal. Dari tebu yang ada di meja sembahyang. Jaman dulu dalam meja sembahyang ada tebu. Jika tebunya jatuh kekiri berarti ada anggota keluarga pria yang meninggal, jika tebunya jatuh ke kanan berarti anggota keluarga perempuan yang meninggal

Masyarakat Tionghoa memiliki tradisi upacara kematian masyarakat tionghoa. Ketika ada anggota keluarga yang meninggal, biasanya masyarakat Tionghoa memandikan jenazah anggota keluarganya yang meninggal. Kemudian setelah dimandikan, jenazah dimasukkan dalam peti mati atau tembela. Masyarakat tionghoa yang menengah ke atas biasanya mempergunakan tembela. Tembela adalah sejenis peti mati yang terbuat dari kayu jati tua murni. Usia kayu jatinya di atas 40 tahun. Dan beratnya 50 kilo tebalnya di atas lima puluh sentimeter.

Jadi ketika diangkat, hingga membutuhkan dua puluh sampai tiga puluh orang. Setelah dimasukkan ke peti mati, kemudian ada upacara tutup peti mati. Zaman dulu peti matinya dilapisi seng supaya tidak bocor. Dalam upacara tutup peti mati, biasanya semua anggota keluarganya sedejekui yaitu berlutut di depan mati. Tangannya dilipat sambil dikepalkan. Kepala menunduk ke lantai sebanyak tujuh kali. Jenazahnya diberikan mutiara palsu bukan asli dimulut, kedua lobang hidung dan kedua lobang telinga sebagai simbol nafas kehidupan. Konon katanya ketika seseorang meninggal,maka mutiara kehidupan terlepas dari hidung, mulut dan kuping

Sebelum peti mati ditutup, biasanya anggota keluarga menyiramkan parfum di sekeliling pinggiran jenazah, tetapi tidak boleh mengenai jenazah.  Setelah ditutup, semua anggota keluarganya sedjekui lagi di depan peti jenazah. Konon katanya ketika jenasah sesudah dimandikan tersenyum dan mata tertutu berarti ikhlas dsn menemukan kebahagiaan.

Sejak anggota keluarganya meninggal, biasanya semua keluarganya harus menggunakan kain blacu warna putih. Yang pria selain menggunakan baju dan celana blaju. Yang pria harus menggunakan ikat kepala. Yang wanita menggunakan rok blaju dan tudung kerudung blaju warna putih. Ada yang menggunakan pita hitam di lengan jubahnya. Biasanya sang jenazah di kuburkan minimal 3 hari setelah meninggal. Bahkan ada yang 40 hari setelah meninggal, seperti waktu mayor tan tjien kie dikuburkan 40 hari setelah beliau meninggal.

Pada waktu upacara penguburan, biasanya sebelum jenazah diberangkatkan untuk dikuburkan atau dikremasi, semua anggota keluarga sedjekui di depan peti jenazah. Dan biasanya anggota keluarga memecahkan semangka dan melepas burung sebagai tanda melepaskan kepergian jenazah.

Setelah tiba di tempat pemakaman atau tempat kremasi, biasanya ada upacara bagi warisan yaitu menaburkan uang koin dan biji-bijian atau kacang kacangan. Membagi biji kacang-kacangan artinya orang tua yang meninggal membagikan bekal warisan supaya anak giat bekerja menanam biji-bijian untuk ditanam dan diusahakan. Kemudian semua anggota keluarga sedjekui di depan peti jenazah.

Pita yang dipasang di lengan pakaian anggota keluarga sebelum 49 hari sebagai tanda duka. Dalam masa berkabung anggota keluarga tidak boleh datang ke upacara ulang tahun atau perkawinan, minimal seratus hari dan setelah seratus hari keluarga wajib membakar rumah-rumahan dari kertas dan uang-uangan sebagai modal untuk mereka yang meninggal. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *