2026-04-20

SGOnline

Bersinar & Informatif

Warga RW 01 Pesisir Selatan Gelar Aksi Protes, FPB dan Forum RW Tidak Menolak Stockpile Batu Bara

Cirebon, (SGOnline),-
Warga RW 01 Pesisir Selatan, Kelurahan Panjunan, Kota Cirebon menggelar aksi unjuk rasa hari ini dengan memblokade akses menuju Pelabuhan Cirebon. Aksi ini digelar untuk menuntut penghentian aktivitas stockpile batu bara yang dianggap merusak kesehatan warga.

Namun, berbeda dengan sikap warga RW 01, Forum Panjunan Bersatu (FPB) dan Forum RW di Kelurahan Panjunan tidak menolak keberadaan stockpile batu bara di Pelabuhan Cirebon. Ketua FPB, Zaki, menyatakan bahwa pihaknya tidak turut serta dalam unjuk rasa tersebut.

“Kami di sini 9 RW, Rukun Nelayan, dan juga FPB tidak ikut serta dalam unjuk rasa, karena kami tidak keberatan dengan keberadaan stockpile di Pelabuhan Cirebon,” ujar Zaki kepada wartawan.

Meski demikian, Zaki menambahkan bahwa jika memang harus ditutup, pihaknya tidak akan keberatan asalkan semua stockpile ditutup, bukan hanya milik PT TJSE.

“Kalau memang harus tutup stockpile, ya tutup semua. Jangan hanya TJSE,” tegas Zaki.

Zaki juga mengungkapkan bahwa PT TJSE telah memberikan kontribusi kepada masyarakat sekitar, termasuk RW 01. “Karena TJSE selama ini sudah berkontribusi untuk warga sekitar, termasuk RW 01 juga ada. Tapi RW 01 belum diambil, yang pertama waktu itu diambil,” ungkapnya.

Menurut Zaki, telah ada kesepakatan antara PT TJSE dengan warga, termasuk warga RW 01. “MoU-nya ada, dan di situ tidak ada masa waktunya, dan masih berlaku mungkin sampai saat ini. Untuk kontraknya sendiri, TJSE sampai dengan 2025 dan didukung oleh 10 RW dan Rukun Nelayan pada saat itu tahun 2023,” bebernya.

Di sisi lain, warga RW 01 Pesisir Selatan, Kelurahan Panjunan, Kota Cirebon menuntut agar stockpile batu bara berhenti beroperasi di wilayah mereka. M. Jamal, salah satu warga RW 01 Pesisir Selatan, mengatakan bahwa aksi unjuk rasa ini dilakukan karena mediasi yang dilakukan sebelumnya tidak digubris.

“Aksi ini sebagai puncak dari mediasi yang dilakukan dengan pihak-pihak terkait bersama warga RW 01,” kata M. Jamal.

Jamal menjelaskan bahwa operasional stockpile batu bara di Pelabuhan Cirebon sebenarnya sudah ditutup secara resmi oleh kementerian terkait pada tahun 2015. Namun, pada tahun 2016, Walikota Cirebon Nashrusin Azis kembali membuka aktivitas pengangkutan batu bara dengan catatan tidak boleh ada stockpile.

“Dengan berbagai pertimbangan dibuka kembali tapi dengan catatan, tidak boleh ada stockpile,” imbuhnya.

(Andi/SGO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *