Warga Mampu dan Keluarga Perangkat Desa Dapat Bantuan, Kuwu Sidawangi Marah
Kabupaten, SGOnline,- Kuwu Sidawangi di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, marah besar karena warga mampu mendapat bantuan sosial dari pemerintah. Bukan hanya itu, banyak juga keluarga perangkat desa dan anggota BPD yang dapat bantuan.
Ia pun mengumpulkan perangkat desa, petugas Puskesos dan pendamping PKH untuk diungkap siapa yang bermain.
Kuwu Yoni minta kepada perangkat desa, petugas puskesos dan pendamping untuk langsung melakukan verifikasi serta mencoret warga mampu yang menerima bantuan.
“Saya selaku kuwu yang diserang warga kurang mampu yang tidak mendapat bantuan. Laporannya banyak keluarga perangkat desa yang dapat bantuan, ada warga mampu menerima dan yang meninggal juga masih tercatat. Saya tidak mau ada oknum perangkat desa yang bermain dalam pendataan warga penerima bantuan,” ujarnya, Senin (28/11/2022).
Perlu diketahui, pemerintah pusat baru saja mengucurkan bantuan BPNT, PKH dan BBM. BPNT totalnya Rp 600 ribu untuk tiga bulan yang setiap bulannya Rp 200 ribu. Bantuan ini untuk keperluan membeli sembako.
Ada pula bantuan untuk BBM sebesar Rp 300 ribu dan PKH nilai uangnya bervariasi. Di Desa Sidawangi, ada sekitar 500 warga penerima bantuan sosial.
Dalam pertemuan tersebut, terungkap jika data penerima bantuan berasal dari BPS. Pihak puskesos mengaku sudah mengajukan pencoretan terhadap 18 kepala keluarga (KK) yang termasuk tidak layak menerima bantuan. Tapi, data masih tetap muncul.
Namun demikian, alasan itu tidak diterima kuwu. Hal ini yang membuat kuwu minta petugas puskesos untuk mencoret warga yang tidak layak menerima bantuan.
“Saya ingin penerima bantuan dari pemerintah itu warga yang benar-benar tidak mampu. Anehnya, kenapa keluarga aparat desa ada banyak yang menerima bantuan. Jangan sampai ada permainan yang pada akhirnya menyudutkan kuwu. Warga itu protesnya ke kuwu. Saya yang jadi sasaran, sementara yang bermain orang lain. Saya tidak terima kalau begini,” kata Kuwu Yoni.
Dirinya meminta pemutakhiran data penerima bantuan langsung dilakukan dengan benar. Hasil verifikasi itu kemudian segera dilaporkan ke Dinas Sosial.
Kuwu Yoni mengaku miris jika ada oknum yang bermain dalam pendataan warga penerima bantuan. Apalagi, jika itu dilakukan oknum perangkat desa atau petugas puskesos.
“Ada janda tua yang layak menerima bantuan, tetapi tidak tercatat. Saya tentu marah besar, bagaimana ini pendataannya. Kasihan warga yang layak dapat bantuan tetapi tidak tercatat. Sebaliknya, ada banyak warga mampu dan keluarga perangkat yang dapat bantuan. Ini sangat memalukan dan mencoreng Pemerintah Desa Sidawangi. Bahkan, ada warga yang sudah meninggal tetapi namanya masih tercatat sebagai penerima bantuan,” tandas kuwu. (Andi/SGO)
