Tantan Sulthon Pimpin PWI Jabar, Kantongi 444 Suara Kalahkan H. Hardiyansyah
BANDUNG, (SGOnline).-
Konferensi Peraturan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menghasilkan H. Tantan Sulthon Bukhawan, S.Sos., M.Si., sebagai ketua terpilih untuk periode 2026-2031.
Dalam pemungutan suara yang berlangsung Rabu (12/8/2026), Tantan yang sebelumnya menjabat Sekretaris PWI Jabar, meraih suara 444 suara, unggul dari pesaingnya yakni H. Hardiyansyah yang mendapat 247 suara.
Konferensi juga menghasilkan Oland P. H. Sibarani sebagai ketua terpilih Dewan Kehormatan (DK) PWI Jabar. Adapun total suara dalam pemilihan ketua ada sebanyak 699.
Para pemberi suara merupakan anggota PWI se-Jabar yang berstatus Anggota Biasa. Mereka dari PWI kabupaten dan kota, serta Anggota Biasa dari Provinsi Jabar.
Konferensi PWI Jabar dibuka Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dihadiri pengurus pusat, perwakilan pemerintah provinsi, DPRD dan tamu undangan lainnya.
Dengan perolehan suara 444 dan Hardiyansyah 247, Tantan unggul 197 suara dari pesaingnya. Hasil pemungutan suara, terdapat 2 suara abstain dan 6 suara tidak sah.
Kemenangan Tantan dalam pemilihan ketua PWI Jabar, langsung direspon oleh PWI Kota Cirebon dengan melakukan curak (saweran) di ruang arena konferensi.
Aksi ini dilakukan sebagai wujud rasa syukur atas kemenangan Tantan, yang didukung penuh oleh jajaran PWI Kota Cirebon.
Tindakan pengurus dan anggota PWI Kota Cirebon yang melakukan curak uang logam ini menjadi perhatian para peserta konferensi.
Usai ditetapkan sebagai calon ketua terpilih, Tantan menyatakan rasa syukur kepada Allah SWT atas raihan suara terbanyak dalam pemilihan ketua PWI Jabar.
“Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan suaranya dalam pemungutan calon ketua. Keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan yang diberikan para senior PWI. Sekali lagi terima kasih, saya siap menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” ujar pimpinan di media Inilah Koran ini.
Mitra strategis
Sementara itu, Walikota Muhammad Farhan menyebut, wartawan merupakan mitra strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Provinsi Jawa Barat tentunya.
“Kemitraan antara wartawan dan media, tentu tercipta dengan baik. Kemitraan ini harus terus dijaga serta sama-sama membangun daerah,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, wali kota mengakui peran besar wartawan dalam pelaksanaan pembangunan. Wartawan juga selalu menyampaikan berbagai program pemerintah ke masyarakat lewat berita-berita yang disajikan, termasuk keberhasilan yang telah diraih.
Farhan menyakini Gubenur Jawa Barat dan semua wali kota, bupati maupun DPRD, membutuhkan peran wartawan dalam pelaksanaan pembangunan.
“Saya selaku Wali Kota Bandung, sangat terbuka terhadap kritik atau masukan yang disajikan dalam berita-berita. Kami hanya berpesan, kritik dan masukan itu semata-mata untuk kemajuan. Kalau ada ide, gagasan dan masukan, silahkan sampaikan saja. Kemitraan yang sudah tercipta harus terus terjaga,” tandasnya.
Dalam pandangan Farhan, tidak boleh terjadi pembungkaman terhadap wartawan. Baginya, pembungkaman pada wartawan dan media adalah kejahatan.
Konferensi yang berlangsung di Hotel Horison Bandung, berjalan dengan tertib dan lancar. Praktis, tidak ada perdebatan sengit dalam pelaksanaan Konferensi PWI Provinsi Jabar. (SGO)
