Cakrabuana Jadi Salah Satu KA Favorit, Tercatat hingga Agustus 220.000 Pelanggan Terlayani
CIREBON, (SGOnline).-
Aktivitas perjalanan masyarakat dari Cirebon menuju Jakarta tetap menunjukkan dinamika yang tinggi sepanjang 2026. Hingga Agustus, Kereta Api Cakrabuana relasi Cirebon – Jakarta telah melayani 220.141 pelanggan.
Jumlah tersebut tercatat dari perjalanan selama delapan bulan, dengan rata-rata sekitar 27.500 pelanggan setiap bulan. Tingginya volume perjalanan tersebut menjadi gambaran kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas antarkota, khususnya antara Cirebon dan Jakarta yang memiliki beragam aktivitas ekonomi, pekerjaan, pendidikan, hingga bisnis.
Berdasarkan data KAI Daop 3 Cirebon, jumlah pelanggan KA Cakrabuana tercatat sebanyak 28.554 pelanggan pada Januari, 23.413 pelanggan pada Februari, 31.231 pelanggan pada Maret, 25.910 pelanggan pada April, 23.637 pelanggan pada Mei, 30.590 pelanggan pada Juni, 29.453 pelanggan pada Juli, dan 27.353 pelanggan pada Agustus 2026.
Maret menjadi bulan dengan jumlah pelanggan tertinggi, yakni 31.231 pelanggan. Sementara itu, jumlah pelanggan kembali berada di atas 30 ribu pada Juni dengan 30.590 pelanggan.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan tingginya penggunaan KA Cakrabuana menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat antara Cirebon dan Jakarta tetap menjadi bagian penting dalam aktivitas sehari-hari.
“Sebanyak 220.141 pelanggan telah menggunakan KA Cakrabuana relasi Cirebon–Jakarta sepanjang Januari sampai Agustus 2026. Angka ini menunjukkan adanya kebutuhan mobilitas yang cukup besar dari masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas di kedua wilayah,” ujar Muhibbuddin.
Menurutnya, perjalanan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan transportasi, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan aktivitas ekonomi.
“Mobilitas masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung aktivitas ekonomi. Ketika konektivitas antarkota tersedia dengan baik, masyarakat memiliki akses yang lebih mudah untuk bekerja, menjalankan usaha, melakukan kegiatan perdagangan, mengikuti pendidikan, maupun memenuhi berbagai kebutuhan lainnya,” jelasnya.
Dalam konteks tersebut, keberadaan transportasi publik menjadi salah satu bagian dari ekosistem konektivitas yang memungkinkan masyarakat bergerak dari satu pusat aktivitas ke pusat aktivitas lainnya.
Muhibbuddin mengatakan KAI terus menjaga kualitas layanan seiring dengan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi kereta api.
“KAI terus berupaya memberikan layanan yang aman, nyaman, selamat, dan tepat waktu. Kami melihat mobilitas masyarakat sebagai bagian dari kebutuhan yang terus berkembang, sehingga kualitas pelayanan harus terus dijaga,” katanya.
Dengan total 220.141 pelanggan hingga Agustus 2026, KA Cakrabuana menjadi salah satu layanan yang menghubungkan aktivitas masyarakat Cirebon dengan Jakarta. Bagi KAI, tingginya mobilitas tersebut sekaligus menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas perjalanan dan pelayanan pelanggan.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan masyarakat yang memilih kereta api untuk melakukan perjalanan. Ke depan, KAI akan terus berkomitmen menghadirkan layanan yang dapat mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat,” pungkas Muhibbuddin. (Ruddy)
