Sosialisasi Skema Pendanaan dan Kolaborasi Global untuk Riset dan Inovasi
Cirebon, (SGOnline),-
Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon menggelar acara Sosialisasi Skema Pendanaan Fasilitas Riset dan Inovasi di Auditorium Kampus 1. Selain itu, Global Partnership Talk dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UGJ dan University of Poitiers turut menjadi sorotan pada acara ini yang berlangsung pada Kamis, 7 Desember 2023.
Rektor UGJ Cirebon, Prof. Dr. Ir. H. Achmad Faqih, SP.,MM., menyampaikan bahwa UGJ telah aktif dalam program erasmus sejak tahun 2018. Dalam kegiatan Joint Working Group (JWG) perguruan tinggi Eropa dan Asia, UGJ pernah hadir di Poitiers University, memperkuat kerjasama lintas benua.
Program erasmus UGJ tidak hanya melibatkan mahasiswa, tetapi juga terkait dengan penelitian. Prof. Achmad Faqih menekankan bahwa jejaring global ini menjadi langkah positif dalam meningkatkan kinerja UGJ sebagai perguruan tinggi riset tingkat dunia.
Dalam konteks ini, UGJ berencana melanjutkan program erasmus di tahun 2024 dengan merencanakan kunjungan profesor dan mengoptimalkan peran Guru Besar sebagai tenaga pengajar di luar negeri.
Pentingnya riset dan inovasi di UGJ juga disoroti dalam kunjungan dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional). Direktur Pendanaan BRIN, Dr. Ajeng, mengunjungi UGJ dan membahas sumber pendanaan dari APBN sebesar Rp 1 triliun untuk riset inovasi dosen. Dosen UGJ diharapkan dapat mengajukan proposal penelitian pada Januari 2024 untuk memanfaatkan anggaran ini.
Kepala Lembaga Inovasi dan Pengembangan (LIP) UGJ, Dr. H. Kartono, SE., MM, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya UGJ dalam mencapai visi menjadi perguruan tinggi riset unggulan berbasis kearifan lokal menuju tataran global tahun 2034. Kartono berharap seluruh peserta, terutama para dosen, dapat aktif mengikuti sosialisasi skema-skema pendanaan BRIN guna meningkatkan jumlah riset di tingkat nasional dan internasional.
“Marilah kita siapkan proposal yang layak sehingga bisa didanai oleh BRIN,” ujar Dr. H. Kartono, mengakhiri sesi tersebut dengan harapan akan terciptanya inovasi-inovasi yang dapat memberikan manfaat ekonomi dan inovasi bagi masyarakat.
(Andi/SGO)
