Rapimnas dan Diklatnas LASQI Bahas Penguatan Kearifan Lokal
Majalengka, (SGOnline),–
Pimpinan Pondok Pesantren Al Mizan, KH. Maman Imanul Haq, dalam konferensi persnya menyampaikan hasil penting dari Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Pendidikan dan Latihan Nasional (Diklatnas) Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI), Sabtu (13/7/2024)
Acara ini dipimpin oleh Ketua Umum LASQI, yang juga merupakan Wakil Ketua MPR, Jazilul Fawaid, dan diikuti oleh 25 Dewan Pengurus Wilayah (DPW) dari seluruh Indonesia.
KH. Maman Imanul Haq menjelaskan bahwa salah satu keputusan menarik dari rapimnas ini berkaitan dengan program prioritas pemerintahan baru Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Fokus utama adalah penguatan kearifan lokal, di mana LASQI diharapkan memperkuat institusi seni qasidah di tiap daerah serta menginventarisir para pelaku seni tersebut di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah untuk mengakses program penguatan kearifan lokal yang dirancang pemerintah.
“Kearifan sosial menjadi sangat penting karena akan menjadi kekuatan kita dalam menghadang gerakan-gerakan radikalisme, terorisme, dan integralisme,” kata Maman.
Ia menambahkan bahwa LASQI berkomitmen mengawal pemerintahan baru dalam menghadapi krisis sosial yang terjadi, seperti tawuran, kekerasan dalam rumah tangga, dan penyalahgunaan narkoba, dengan menguatkan kreativitas melalui festival seni di masing-masing daerah.
Maman juga menekankan pentingnya mendukung program pemerintah terkait pemberian makanan bergizi untuk mengatasi masalah stunting ekstrem dan pemberdayaan anak.
“Kami mendukung upaya perlindungan terhadap anak, termasuk mengatasi stunting ekstrem, seperti yang menjadi kampanye Prabowo-Gibran,” ujarnya.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah media sosial influencer, termasuk Mira, yang memberikan masukan berharga. “Kami mengundang berbagai pihak, termasuk media sosial, untuk mendapatkan masukan dan dukungan dalam menyukseskan program-program ini,” tambah Maman.
Para pengurus dari berbagai wilayah, seperti Papua, Kendari, dan Sumatera Barat, juga menyampaikan pertanyaan terkait peran pelaku seni dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Pelaku seni tidak hanya berkecimpung dalam seni, tetapi juga berperan dalam pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi,” jelas Maman, menutup konferensi pers tersebut.
