2026-08-03

SGOnline

Bersinar & Informatif

OJK Cirebon Minta Perempuan Jadi Benteng Keluarga Hindari Kejahatan Keuangan

CIREBON, (SGOnline).-

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui edukasi kepada organisasi perempuan mitra strategis OJK Cirebon yang diselenggarakan di Aula Pangeran Cakrabuana, Kantor OJK Cirebon, Jumat (31/7/2026).

Mengusung tema “Ibu Bijak Finansial: Kelola Rizki Jadi Berkah”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya OJK Cirebon mendorong perempuan agar semakin cerdas dalam mengelola keuangan keluarga sekaligus mampu melindungi diri dari berbagai risiko dan kejahatan di sektor jasa keuangan.

Kegiatan dihadiri oleh Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kota Cirebon Noviyanti Edo, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Cirebon Ny. Hj. Dr. Walyanah Iing Daiman, Ketua Ikatan Istri Pegawai OJK Cirebon Fitri Suciyanti, Ketua Ikatan Keluarga Istri Anggota DPRD Kota Cirebon Imelda Jovanca, Ketua Muslimat NU Kota Cirebon Hj. Euis Islahiyah, M.A., Ketua Persatuan Istri Pegawai Bank Indonesia Cirebon, perwakilan Persatuan Istri Tentara Korem 063/Sunan Gunung Jati Kota Cirebon, perwakilan Persatuan Istri Tentara Kodim 0614/Kota Cirebon, perwakilan Jalasenastri TNI AL Kota Cirebon, perwakilan Persatuan Istri Tentara XLII Yonarhanud 14 PD III Siliwangi Kota Cirebon, perwakilan Bhayangkari Polres Cirebon Kota, serta perwakilan Fatayat NU Kota Cirebon.

Pemilihan organisasi perempuan sebagai sasaran kegiatan ini bukan tanpa alasan. Perempuan, khususnya para ibu, memegang peran sentral dalam pengelolaan keuangan keluarga sehari-hari. Merekalah yang kerap kali menentukan alur pengeluaran rumah tangga, merencanakan kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang, sekaligus menjadi benteng pertama keluarga dari berbagai risiko keuangan.

Oleh sebab itu, penguatan literasi keuangan perempuan merupakan investasi strategis yang dampaknya melampaui individu dan langsung menyentuh ketahanan keluarga
secara keseluruhan.

Dalam kegiatan ini, OJK Cirebon memaparkan materi edukasi keuangan yang difokuskan pada penguatan peran perempuan dalam mengelola keuangan keluarga secara bijak dan terencana. Peserta diajak memahami pentingnya mengenal dan memanfaatkan produk serta layanan jasa keuangan yang telah berizin dan diawasi OJK, mulai dari produk perbankan, industri keuangan non-bank, hingga pasar modal.

OJK Cirebon juga mengajak peserta untuk memahami bahwa tingginya akses terhadap layanan keuangan perlu diimbangi dengan kemampuan memilih produk yang tepat guna, sesuai kebutuhan, kemampuan finansial, dan tujuan keuangan masing-masing keluarga.

Selain pengelolaan keuangan keluarga, OJK Cirebon juga memaparkan berbagai ancaman keuangan yang perlu diwaspadai, mulai dari kejahatan keuangan digital seperti phishing, impersonasi, hingga penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan yang kian canggih.

Peserta turut diingatkan untuk selalu berhati-hati terhadap tawaran investasi ilegal yang kerap berbalut janji keuntungan besar dalam waktu singkat, pinjaman online ilegal yang berpotensi menjerumuskan keluarga dalam lingkaran utang yang memberatkan, serta modus arisan bodong yang justru kerap menyasar kalangan ibu-ibu melalui jaringan pertemanan dan kepercayaan yang sudah terbangun.

Bahaya judi online turut disoroti, mengingat dampaknya tidak hanya merusak kondisi keuangan, tetapi juga keutuhan dan ketahanan keluarga.

Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan, perempuan memiliki posisi
yang sangat penting dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga.

“Dalam banyak keluarga, ibu adalah manajer keuangan yang sesungguhnya. Maka ketika seorang ibu memiliki literasi keuangan yang baik, ia tidak hanya melindungi dirinya sendiri, tetapi juga melindungi seluruh anggota keluarganya dari berbagai risiko keuangan. Dengan bekal literasi keuangan yang baik, maka keputusan-keputusan finansial yang diambil akan lebih bijak dan berdampak positif bagi kesejahteraan keluarga,” ungkap Agus.

Di tengah semakin beragamnya produk keuangan dan maraknya kejahatan keuangan digital, perempuan perlu menjadi pihak yang paling waspada sekaligus mampu menjadi sumber edukasi bagi anggota keluarganya.

“Kami hadir hari ini karena kami percaya bahwa ibu yang bijak secara finansial adalah fondasi keluarga yang tangguh dan sejahtera,” ujar Agus.

OJK Cirebon juga mengingatkan para peserta untuk selalu menerapkan prinsip 2L (Legal dan Logis) sebelum menggunakan produk maupun layanan keuangan atau menerima tawaran investasi. Di tengah maraknya berbagai modus kejahatan keuangan digital, kewaspadaan menjadi bekal penting agar masyarakat, khususnya para ibu sebagai pengelola keuangan keluarga, tidak mudah menjadi korban penipuan.

Ketua TP-PKK Kota Cirebon, Noviyanti Edo, menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif OJK Cirebon dalam memberikan edukasi kepada organisasi-organisasi perempuan di Kota Cirebon.

“Ibu-ibu adalah penggerak keluarga. Kalau ibu-ibunya sudah paham keuangan, sudah tahu produk mana yang aman, dan sudah waspada terhadap penipuan, maka keluarganya pun akan lebih terlindungi. Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini tidak berhenti di sini, tetapi dapat disebarkan dan diteruskan kepada keluarga,
lingkungan sekitar, dan masyarakat sehingga semakin banyak perempuan yang mampu mengelola keuangan dengan bijak serta terhindar dari berbagai bentuk
kejahatan keuangan,” ujar Noviyanti.

Melalui sinergi dengan berbagai organisasi perempuan mitra strategis di Kota Cirebon, OJK Cirebon optimistis literasi keuangan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, dengan harapan para peserta dapat semakin percaya diri dalam mengambil
keputusan keuangan yang tepat untuk keluarga mereka, sekaligus menjadi agen literasi keuangan yang aktif di komunitas masing-masing.

Perempuan dengan pemahaman keuangan yang baik diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mendorong terciptanya masyarakat yang semakin cerdas finansial, terlindungi, dan berdaya secara ekonomi. Kolaborasi antara OJK Cirebon dengan organisasi-organisasi perempuan mitra strategis ini akan terus diperkuat sebagai salah satu pilar utama dalam upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat di wilayah Cirebon dan sekitarnya. (Ruddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *