Pelindo Hadiri Audiensi dengan Warga Panjunan, Darwis Ajak Masyarakat Tetap Jaga Kondusivitas
CIREBON, (SGOnline).-
Pelindo lakukan pertemuan dengan warga Kelurahan Panjunan pada Selasa, (6/1/2026) di kantor Pelindo Regional 2 Cirebon. Pertemuan tersebut diselenggarakan sebagai media komunikasi antara Pelindo dengan warga Kelurahan Panjunan terkait aktivitas operasional di Pelabuhan Cirebon.
Kegiatan audiensi ini merupakan bentuk komitmen Pelindo dan perangkat kepelabuhanan untuk membuka ruang dialog serta mendengarkan secara langsung aspirasi dan kekhawatiran masyarakat. Dalam audiensi dimaksud, baik para pihak yang hadir bergantian menyampaikan pandangan masing-masing meskipun sampai kegiatan berakhir belum mendapat titik temu.
Dalam audiensi tersebut, warga Panjunan menyampaikan aspirasi agar kegiatan stockpile yang berada di kawasan kerja Pelindo, dihentikan tanpa terkecuali, termasuk gudang tertutup yang dioperasikan oleh anak perusahaan Pelindo, PT Pelabuhan Tanjung Priok (PT PTP).
Hal tersebut dilatarbelakangi oleh perhatian warga terhadap aktivitas di sekitar lingkungan mereka.
General Manager Pelindo Regional 2 Cirebon, Darwis, menjelaskan, kegiatan penumpukan barang curah merupakan bagian kegiatan kepelabuhanan yang dijalankan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Keberadaan fasilitas tersebut merupakan kewajiban yang diatur dalam regulasi kepelabuhanan guna mendukung kelancaran operasional pelabuhan dan layanan kepada pengguna jasa kepelabuhanan.
Ia juga menyampaikan bahwa perusahaan menghormati setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat. “Kami memahami adanya perbedaan pandangan yang muncul dari peserta audiensi hari ini. Hal ini menjadi catatan kami. Adapun mengenai aksi penyampaian aspirasi, kami berharap dapat dilakukan secara tertib dan damai agar situasi tetap kondusif,” katanya.
Hal senada disampaikan oleh Kepala KSOP Kelas II Cirebon, Ferry Anggoro yang turut hadir dalam audiensi dimaksud. Ferry mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga situasi yang aman dan kondusif serta mengedepankan dialog yang berlandaskan hukum.
“Kami mengerti situasi yang ada, namun perlu menjadi catatan bahwa Pelabuhan merupakan Objek Vital Nasional. Kami harap kegiatan penyampaian aspirasi dibangun dengan komunikasi yang konstruktif, sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Ferry.
Ke depannya, Pelindo berkomitmen untuk terus menjalankan operasional sesuai mandat peraturan perundang-undangan, sekaligus membangun komunikasi yang lebih baik lagi dengan masyarakat sekitar. (Ruddy)
