2026-04-16

SGOnline

Bersinar & Informatif

Operasi Kemanusiaan Siap Digelar, Wali Kota : Jutaan Orang Bakal Mudik

Cirebon, SGOnline,- Hari raya Idul Fitri tinggal hitungan hari lagi dan Presiden Joko Widodo membolehkan masyarakat untuk mudik ke kampung halaman dengan tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) serta wajib vaksin booster.

Berbagai persiapan terus dilakukan pemerintah pusat, provinsi, daerah, Polri, TNI dan sejumlah elemen masyarakat. Operasi Ketupat Lodaya tahun 2022 siap digelar.

Di Kota Cirebon, apel kesiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran atau Operasi Ketupat 2022 dilaksanakan Jumat (22/4/2022) di halaman balaikota.

Apel dihadiri Wali Kota Cirebon, H. Nashrudin Azis, Kapolres Cirebon Kota, AKBP M. Fahri Siregar, forum pimpinan daerah (forkopimda), diikuti petugas gabungan dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, Orari, Pramuka dan sebagainya.

“Ini operasi kemanusiaan, ada 684 personil tim gabungan yang terlibat dalam Operasi Ketupat Lodaya 2022,” jelas AKBP Fahri Siregar kepada wartawan usai apel.

Operasi kemanusiaan berlangsung selama 12 hari, berakhir pada 9 Mei 2022.

“Kami memprediksi 85 juta orang akan pergi ke arah timur dan sekitar 14,95 juta orang dari arah Jakarta menuju ke Jawa Barat. Tim pengurai disiapkan jika terjadi kepadatan kendaraan atau kemacetan di jalur arteri. Kami juga menyediakan rest area dadakan dan sentra vaksinasi,” paparnya.

Pihaknya berupaya memaksimalkan kegiatan pengamanan dan warga diingatkan untuk segera melakukan vaksinasi, patuhi protokol kesehatan serta patuhi peraturan lalu lintas

“Bagi yang mudik ke kampung halaman dan meninggalkan rumah dalam beberapa hari, mohon melapor ke RT dan RW serta polsek terdekat. Kami terus tingkatkan patroli wilayah selama masa lebaran,” lanjut kapolres.

Di tempat yang sama, Wali Kota Nashrudin Azis mengatakan, Operasi Ketupat Lodaya merupakan kegiatan rutin tiap tahun.

“Namun, pada 2020 dan 2021 tidak digelar karena pandemi Covid-19. Kini, pemerintah tidak melarang lagi masyarakat untuk mudik dan memberi kelonggaran kelonggaran lewat program mudik gratis. Ini istimewa karena dari hasil survei ada sekitar 85,5 juta kendaraan baik roda dua maupun roda empat, akan melakukan mobilitas ke daerah-daerah tujuan,” ungkapnya.

Azis menambahkan, peran serta semua pihak sangat dibutuhkan dan kerja keras petugas gabungan. Pemerintahan bersama eleman lainnya siap membantu memperlancar arus mudik dan balik lebaran.

“Luar biasa ini, walau terbagi antara selatan dan utara tapi tetap berpotensi terjadinya kepadatan. Kerja sama kita sebagai sesama penyelenggara yang terdiri dari TNI Polri dan semua instansi instansi terkait maupun warga, harus membantu melakukan hal-hal yang bisa mengurai kemacetan,” imbuh Nashrudin Azis. (Andi/SGO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *