2026-06-04

SGOnline

Bersinar & Informatif

Mosaik Keberagaman di Cirebon, Karnaval Budaya Paroki Bunda Maria Satukan Lintas Agama

Cirebon, (SGOnline),-
Di tengah terik matahari siang itu, langkah-langkah penuh semangat menggema di jalanan Kota Cirebon. Ribuan orang memadati ruas-ruas jalan, menyaksikan semarak parade karnaval budaya yang digelar oleh Gereja Bunda Maria. Karnaval ini bukan sekadar ajang pameran seni, melainkan sebuah selebrasi akan keberagaman dan persatuan, merayakan ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke-79 serta ulang tahun ke-30 Paroki Bunda Maria yang akan diperingati pada bulan Oktober mendatang.

Pawai yang dimulai dari Gereja Bunda Maria, melewati jalan Rajawali Dukuh Semar hingga jalan Derajat, dan kembali ke Gereja, menjadi saksi bisu akan kemeriahan dan kehangatan yang tercipta di antara umat Katolik dan masyarakat sekitar. Di tengah gegap gempita iringan karnaval, tampak barisan tokoh lintas agama yang hadir dengan penuh kehangatan, mulai dari tokoh agama Islam, Budha, Hindu, Khonghucu, hingga perwakilan dari Vihara dan PCNU Kota Cirebon. Mereka bersatu dalam semangat kebhinekaan, meneguhkan nilai-nilai toleransi yang selama ini menjadi fondasi kuat kehidupan masyarakat di Kota Cirebon.

Romo Antonius Haryanto, Pastor Paroki Bunda Maria, berbicara dengan penuh kebanggaan tentang semangat kebersamaan yang terlihat dalam karnaval ini.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Karnaval Budaya dan Konser Musisi Rohani bagi umat Katolik dan masyarakat sekitar, menampilkan pementasan budaya dari berbagai etnis yang ada di Kota Cirebon,” ungkapnya.

Bagi Romo Antonius, karnaval ini adalah wujud nyata dari nilai-nilai yang diajarkan Gereja, di mana keberagaman bukan hanya diterima, tetapi juga dirayakan dengan penuh sukacita.

Kemeriahan semakin terasa ketika pawai budaya melintasi jalanan Kota Cirebon. Barisan terdepan dihiasi oleh kesenian burok yang anggun, memukau setiap mata yang memandang dengan gerakan tari yang gemulai. Di belakangnya, marching band dengan seragam mencolok, diikuti oleh berbagai kelompok masyarakat yang mengenakan pakaian adat, menciptakan sebuah panorama budaya yang menakjubkan.

Setiap detik pawai tersebut menyampaikan pesan kuat tentang persatuan dalam keragaman, mengingatkan semua orang bahwa di tengah perbedaan, kita tetap satu sebagai bangsa Indonesia.

“Kami bersyukur dan bahagia dapat bergabung dengan umat Hindu, Buddha, Muslim, dan Khonghucu dalam satu barisan yang mencerminkan harmoni dalam perbedaan. Ini menguatkan keberagaman budaya Bhinneka Tunggal Ika,” tambah Romo Antonius.

Baginya, karnaval ini adalah simbol dari mosaik indah yang terbentuk dari keberagaman budaya di Indonesia, yang bersama-sama membentuk satu kesatuan yang harmonis.

Antusiasme masyarakat pun tak kalah hebatnya. Tepuk tangan bergema sepanjang jalan, menyambut setiap peserta karnaval dengan suka cita. Dedi, koordinator karnaval budaya, mengungkapkan bahwa acara ini lebih dari sekadar perayaan.

“Kita tidak ingin keberagaman menjadi sekadar simbol, tetapi harus kita rayakan, kita syukuri, dan kita jadikan kekuatan,” tuturnya dengan penuh semangat.

Bagi Dedi dan banyak orang lainnya, karnaval ini adalah gambaran masa depan yang mereka dambakan—sebuah masa depan di mana harmoni dan persatuan mewarnai setiap sudut kehidupan.

“Budaya Indonesia itu seperti pelangi, beragam namun tetap satu dalam keindahannya,” pungkasnya.

Karnaval budaya ini bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mengukuhkan rasa persaudaraan yang ada di tengah masyarakat Cirebon. Di balik kemeriahan, ada pesan mendalam yang mengajak setiap orang untuk merangkul perbedaan dan menjadikannya kekuatan bersama dalam membangun bangsa yang lebih kuat dan bersatu.

(Andi/SGO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *