Monitoring Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Kota Cirebon
Cirebon, (SGOnline),-
PJ. Walikota, H. Agus Mulyadi, mengumumkan bahwa dalam 2 minggu ke depan, terjadi penurunan harga beberapa bahan pokok di pasar tradisional. Minyak goreng menunjukkan kecenderungan stabil hingga dua bulan ke depan, sementara untuk beras saman, penurunan harga diprediksi akan berlangsung hingga 2 bulan ke depan.
Menurut beliau, terjadi penurunan harga pada beberapa kelompok bahan makanan, seperti telur yang turun dari harga sebelumnya sebesar 32 menjadi 26. Demikian juga dengan daging ayam yang mengalami penurunan, meskipun ada kecenderungan fluktuatif yang kemudian naik kembali.
“Fluktuasi harga ini disebabkan oleh perubahan pola tanam di beberapa daerah. Namun, pemerintah daerah akan terus memantau dan mengontrol permintaan agar tetap seimbang dengan penawaran. Meskipun harga cabe masih relatif stabil, namun terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas lainnya”, ujarnya, Rabu (3/4/2024)
Pemerintah kota Cirebon akan mengambil langkah-langkah antisipatif untuk mengatasi fluktuasi harga yang tidak wajar. Upaya ini melibatkan pengawasan stok pasokan yang cukup serta pengendalian permintaan dan penawaran di pasar.
“Melalui Gerai Pangan Murah (GPM), pemerintah akan memberikan dukungan dengan menempatkan titik-titik distribusi di 5 lokasi strategis menjelang Idul Fitri”, tambahnya.
Meskipun fluktuasi harga di pasar merupakan mekanisme pasar yang biasa, namun pemerintah berkomitmen untuk menjaga ketersediaan pasokan agar harga tetap terjaga stabil. Dengan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan fluktuasi harga ini dapat dikendalikan dengan baik untuk menjaga keseimbangan pasar dan ketersediaan bahan pokok yang cukup bagi seluruh masyarakat Kota Cirebon.
(Andi/SGO)
