Makan Ketupat dan Indahnya Kebersaman Bersama Kerabat
Cirebon, (SGOnline),- Idul Fitri 1444 H/2023 menjadi momen kegembiraan bagi seluruh umat muslim di dunia. Setelah satu bulan lamanya menunaikan ibadah puasa di Bulan Ramadhan, Idul Fitri adalah sebuah kemenangan melawan dari segala hawa nafsu.
Bagi umat Islam di Indonesia, usai Shalad Ied biasanya dilanjutkan dengan “upacara” sungkem ke orang tua untuk memohon maaf. Ya, saling memaafkan sesama anggota keluarga. Setelah itu, momen bermaaf-maafan ke tetangga dan sanak saudara.
Suasana kumpul keluarga ini tentu ada beragam hidangan. Dari aneka kue hingga makanan khas Lebaran. Ketupat, opor ayam, sambal goreng ati, semur daging atau rendang, dipastikan selalu ada di hari Idul Fitri.
Ketupat menjadi salah satu suguhan paling wajib, karena menjadi identik dengan Lebaran. Lebaran tanpa ada ketupat, terasa kurang sempurna.
Ketupat adalah makanan yang dibuat dari beras yang dimasukkan ke dalam anyaman pucuk daun kelapa, kemudian direbus. Ketupat dimakan sebagai pengganti nasi.
Ketupat berasal dari kata “Kupat” dan memiliki arti ganda yakni ngaku lepat (mengakui kesalahan) dan laku papat (empat tindakan). Empat tindakan yang dimaksudkan yakni luberan (melimpahi), leburan (melebur dosa), lebaran (pintu ampunan terbuka lebar) dan laburan (menyucikan diri).
Kabarnya, ketupat ada pada zaman Sunan Kalijaga sekitar abad 15 hingga 16. Sunan Kalijaga menjadikan ketupat sebagai budaya dan filosofi dari pembauran antara Jawa dan nilai-nilai Islam.
Sampai sekarang, warisan Sunan Kalijaga ini masih terus dilestarikan umat Islam di Indonesia dan selalu dihadirkan saat perayaan Idul Fitri.
Menikmati ketupat, opor ayam, sambel goreng ati, memang ada kenikmatan tersendiri di Hari Lebaran. Apalagi, makanan tersebut dinikmati bersama anggota keluarga, sangat terasa kegembiraan di hari Idul Fitri.
Selamat Merayakan Idul Fitri 1444 H/2023, Mohon Maaf Lahir Batin. Selamat menikmati ketupat, opor ayam dan sambal goreng ati.
(Andi/SGO)
