2026-06-04

SGOnline

Bersinar & Informatif

Lalu Lintas Dihentikan, Pengendara dan Pejalan Kaki Hormat ke Bendera Merah Putih

Cirebon, SGOnline,- Rabu (17/8/2022) pukul 09.30 WIB, lalu lintas di perempatan Gunung Sari, Kota Cirebon, dihentikan. Semua kendaraan yang melintas dari segala arah diminta untuk berhenti dan mesin dimatikan.

Para pengendara kemudian turun dari kendaraannya, untuk kemudian berdiri mengambil sikap sempurna. Para pejalan kaki pun turut mengikuti.

Beberapa saat kemudian, petugas dari Polri dan TNI mengambil posisi menutup semua arah jalan. Seorang petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) selanjutnya berjalan dan berdiri di tengah jalan.

Petugas itu membawa tongkat yang diujung atasnya sudah terpasang bendera merah putih. Suasana hening sejenak, namun tak lama terdengar komando untuk memberi penghormatan terhadap bendera merah putih.

Sirine berbunyi dan semua orang yang ada di perempatan Gunung Sari dari arah Jalan Kartini, Jalan Wahidin, Jalan Cipto dan Tuparev, serentak melakukan penghormatan secara serentak terhadap bendera merah putih.

Kegiatan ini sengaja diadakan oleh Polri dan TNI, bertepatan dengan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Sejatinya memang semua aktivitas dihentikan sejenak, kita bersama mengenang momen detik-detik proklamasi seraya memberi penghormatan terhadap bendera merah putih. Momen ini sangat bersejarah,” ujar Ajun Komisaris Polisi (AKP), Triyono Raharja, Kasat Lantas Polres Cirebon.

Setelah beberapa menit melakukan penghormatan terhadap bendera merah putih, petugas gabungan kemudian kembali mengatur kelancaran lalu lintas di perempatan Gunung Sari.

AKP Triyono menambahkan, Polri dan TNI telah membagikan bendera sebanyak 10 juta secara nasional. Di Kota Cirebon, bendera yang dibagikan sebanyak 10 ribu.

“Serentak kita mengenang peristiwa detik-detik proklamasi dan bersama melakukan penghormatan. Karena itu, kami bagikan bendera merah putih,” lanjutnya.

Kegiatan tersebut direspon cukup positif oleh para pengguna kendaraan dan warga. Dengan kesadaran sendiri, semua berhenti dan turun dari kendaraan. Kemudian, berdiri dan melakukan penghormatan.

“Saya terharu dan semua pengendara kompak mengikuti arahan dari petugas Polri serta TNI. Ada momen luar biasa yang kami rasakan. Momen bersama mengenang peristiwa detik-detik proklamasi, sebuah sejarah bagi rakyat dan bangsa Indonesia,” kata Indri Yani, seorang pengendara motor. (Andi/SGO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *