2022-07-02

SGOnline

Bersinar & Informatif

Inilah Sejarah di Balik Sembahyang Bacang 5 Juni 2022

2 min read

Oleh Jeremy Huang Wijaya

ADA pepatah 不要忘记祖先的教义和传统 Bùyào wàngjì zǔxiān de jiàoyì hé chuántǒng artinya jangan lupakan ajaran dan tradisi leluhur.

Sembahyang bakcang atau pe cun Tanggal 05 bulan 05 Imlek 2573 (Jumat, 3 Juni 2022). Bakcang atau bacang (Hanzi: 肉粽, hanyu pinyin: ròuzòng) adalah makanan tradisional warga Tionghoa. Kata ‘bakcang’ sendiri berasal dari dialek Hokkian. Bakcang menurut sejarah, muncul pada zaman dinasti Zhou berkaitan dengan simpati rakyat kepada peringatan atas Qu Yuan (Hanzi: 屈原) (339 SM – 277 SM) yang bunuh diri melompat ke Sungai Miluo.

Qu Yuan adalah seorang menteri negara Chu (Hanzi: 楚) di zaman negara- negara berperang. Qu Yuan banyak memberikan ide untuk memajukan negara Chu di Tiongkok, bersatu dengan negara Qu untuk memerangi negara Qin. Namun sayang, ia dikritik anggota keluarga kerajaan bahkan berakhir pada pengusiran Qu Yuan dari Ibu Kota Negara Chu.

Hal ini membuat dia sedih, akhirnya ia terjun ke Sungai Miluo. Pada tanggal 5 bulan 5 tercatat dalam buku sejarah Shi Ji. Rakyat yang kemudian merasa sedih kemudian mencari jenazah sang menteri dengan cara melemparkan bacang yang berisi nasi atau ketan dibungkus daun yang panjang, isi di dalamnya daging.

Hal ini melambangkan kecintaan rakyat kepada pejabat yang jujur dan mencintai rakyatnya. Kejujuran dan kesetiaan pada rakyat akan selalu dikenang sepanjang masa. Bakcang berarti daging yang dicincang di dalam nasi atau ketan dibungkus daun panjang.

Daun panjang itu berasal dari daun bambu. Tetapi saat ini ada yang berisi sayuran disebut chaicang. Chai adalah sayuran, cang nasi yang dibungkus. Inovasi zaman ini bacang juga berisi telor asin bersama daging di dalamnya. Bacang biasanya diikat berbentuk limas segitiga. Cara memasak Bacang Di Medan dengan Di Bangka berbeda. Membuat bacang di Medan menggunakan ketan dalam keadaan mentah di sangrai dulu. Beras ketan dalam bacang bangka harus dimasak dulu sebelum dibungkus.

Bacang dibuat dari beras ketan sebagai lapisan luar; daging, jamur, udang kecil, seledri, dan jahe sebagai isi. Ada juga yang menambahkan kuning telur asin. Untuk perasa biasanya ditambahkan sedikit garam, gula, merica, penyedap makanan, kecap, dan sedikit minyak nabati.

Tentunya yang tidak kalah penting adalah daun pembungkus dan tali pengikat. Daun biasanya dipilih daun bambu panjang dan lebar yang harus dimasak terlebih dahulu untuk detoksifikasi. Bacang biasanya diikat berbentuk limas segitiga.

Di Kelenteng Talang Cirebon sembahyang bacang atau juga ada yang menyebutnya sembahyang pe cun. tepat jam 12 siang menyiram tubuh mereka dengan air sumur yang ada di Kelenteng Talang Cirebon, dipercaya untuk mendapatkan rejeki bertambah. Dan di hari sembahyang bacang ini tepat jam 12 jika kita meletakan telor di bawah terik matahari maka telor akan dapat berdiri tegak lurus, itulah misterinya di hari bacang. Tahun 1930 di kota Cirebon tepat di hari sembahyang bacang ada lomba mendayung perahu naga. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.