ID FOOD dan PT PG Rajawali II Tingkatkan Kemitraan dengan Masyarakat Desa Penyangga di Indramayu
Indramayu, (SGOnline,–
Upaya meningkatkan produktivitas gula mendapat dukungan kolektif dari berbagai pihak, terutama masyarakat desa penyangga di sekitar perkebunan tebu dan pabrik gula. Direktur Utama ID FOOD, Frans Marganda Tambunan, menegaskan pentingnya pemberdayaan dan partisipasi warga desa penyangga dalam aktivitas budidaya dan produksi gula.
Frans menyampaikan hal ini usai melakukan kegiatan penyaluran bantuan Fasilitas Umum Desa Penyangga dan Dialog Kemitraan Tebu pada Sabtu, 27 April 2024, di Indramayu, Jawa Barat. Menurutnya, menjaga kerja sama antara perusahaan dan masyarakat desa penyangga membutuhkan berbagai program, seperti kemitraan budidaya tebu dan kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.
“ID FOOD berkomitmen untuk terus bersama masyarakat di sekitar perkebunan dan pabrik gula. Kami akan terus mengembangkan kemitraan petani tebu bersama BUMDes di desa-desa penyangga melalui kerja sama budidaya tebu di lahan HGU PT PG Rajawali II di Jatitujuh,” ujarnya.
Frans menjelaskan bahwa program kemitraan budidaya tebu desa penyangga bertujuan untuk mendukung pembangunan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan ekonomi desa. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan pasokan bahan baku tebu, yang berkontribusi positif bagi produktivitas gula.
Lebih lanjut, Direktur Utama PT PG Rajawali II, Ardian Wijanarko, menyatakan bahwa selain meningkatkan program kemitraan tebu desa penyangga, upaya membangun kolaborasi yang solid juga dilakukan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. “Kami siap mendukung pembangunan sosial dan lingkungan di desa penyangga. Salah satunya, kami salurkan bantuan pembangunan fasilitas umum seperti sekolah/madrasah dan lainnya,” paparnya.
Ardian menambahkan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap, dengan tahap awal ini melibatkan Desa Loyang dan Desa Amis di Kecamatan Cikedung, Indramayu. “Ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan di desa-desa penyangga sekitar kebun dan pabrik,” jelasnya.
Dia juga menekankan bahwa kerja sama pembangunan fasilitas umum tersebut akan terus dikembangkan. “Melalui komunikasi dan koordinasi antara perusahaan dan masyarakat sekitar, diharapkan perusahaan dapat memperoleh masukan yang berharga untuk menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus memberikan manfaat bagi desa penyangga,” tandasnya.
Ardian menyampaikan harapannya agar hubungan baik antara masyarakat desa penyangga dengan PT PG Rajawali II semakin terjaga, sehingga kerja sama untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan perusahaan dapat terus berjalan lancar.
(Andi/SGO)
