Fakultas Kedokteran UGJ Lahirkan 42 Dokter Muda Profesional di Usia ke-15
Cirebon, (SGOnlone),-
Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) merayakan momen istimewa dalam usianya yang ke-15 dengan mengukuhkan 42 lulusan Sarjana Kedokteran menjadi dokter muda profesional. Prestasi ini menegaskan kontribusi UGJ sebagai entitas vital dalam upaya meningkatkan kesehatan bangsa.
“Keberhasilan kami terbukti dengan persentase kelulusan 100 persen dalam beberapa ujian, sementara beberapa fakultas kedokteran lain hanya mencapai 70 persen pada gelombang pertama,” ujar Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, Ketua Yayasan UGJ, dalam sambutannya, Selasa (6/2/2024).
Prof. Mukarto mendorong para lulusan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama studi mereka di UGJ. Dia juga menekankan pentingnya menjaga nama baik kampus dan menghargai pengorbanan orang tua yang telah mendukung perjalanan mereka menjadi dokter profesional.
“Diluar sana, Anda akan diuji dan harus membuktikan diri sebagai dokter profesional. Pintar di kelas belum tentu diakui di masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Prof. Dr. H. Achmad Faqih, S.P., M.M., Rektor UGJ Cirebon, menyampaikan bahwa sumpah dokter bagi para lulusan merupakan yang ke-25, dengan total 516 dokter baru telah disumpah untuk berbakti di Indonesia.
“Dengan pelantikan ini, UGJ telah memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dan mencapai target program pemerintah, seperti penanggulangan stunting dan kemiskinan ekstrim, serta penanggulangan penyakit yang mewabah,” kata Prof. Faqih.
Ditanggapi oleh dr. Edial Sanip, seorang dokter spesialis jantung, ia menyambut baik kesuksesan para lulusan dan menegaskan bahwa Cirebon telah membuktikan kemampuannya dalam menghasilkan sumber daya manusia berkualitas di bidang kedokteran.
“Saya bersyukur melihat banyak dari mereka yang sudah bekerja di berbagai tempat, baik dalam maupun luar negeri. Ini menunjukkan bahwa Cirebon memiliki potensi besar dalam bidang kedokteran,” ungkapnya.
Kesuksesan ini juga diharapkan dapat mendorong semakin banyak masyarakat untuk memilih UGJ sebagai tempat pendidikan kedokteran, sehingga dapat membantu mengurangi beban finansial bagi orang tua serta meningkatkan akses pendidikan medis berkualitas di daerah.
(Andi/SGO)
