Fahri: Pilpres Cara Mengkudeta Kekuasaan yang Sah Sesuai Konstitusi » SGOnline
2022-01-19

SGOnline

Bersinar & Informatif

Fahri: Pilpres Cara Mengkudeta Kekuasaan yang Sah Sesuai Konstitusi

2 min read

CIREBON, (SGOnline).-

Momen Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 merupakan cara mengkudeta kekuasaan yang sah sesuai konstiusi.

“Dengan kata lain, di negara demokrasi seperti Indonesia ini suara rakyatlah yang tertinggi. Jika ingin mengganti kekuasan, maka mengkudetanya dengan melalui pemilihan umum presiden nanti. Itu yang sah sesuai konstitusi,” tandas mantan Wakil Ketua DPR RI yang kini menjadi Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah saat kunjungan safari politik di Cirebon, Senin (29/11/2021).

Statemen mantan politisi PKS ini disampaikan di hadapan puluhan mahasiswa Cirebon, dalam acara bertajuk Ngopi Bareng Fahri Hamzah di salah satu kafe di kawasan Jalan Tuparev.

Pernyataan Fahri ini menjawab pertanyaan salah seorang mahasiswa. Dirinya menangkap berbagai keluhan mahasiswa, termasuk belum optimalnya implementasi kehidupan demokrasi di Indonesia.

“Menurut saya, kalau jadi aktivis mahasiswa itu kalau berdemo jangan terlalu santun. Hanya berkoar acung-acungkan spanduk saja. Tapi sampaikan dengan berani dan lantang,” ucapnya.

Adapun pada sesi wawancara dengan wartawan, Fahri menyikapi tentang otonomi pengelolaan keuangan daerah. Menurutnya, pengelolaan anggaran mutlak digunakan. Sentralisasi keuangan pun harus dihentikan.

Ia menilai, selama ini  pemerintah pusat terlalu menikmati sentralisasi. Mestinya setiap daerah diberikan kewenangan untuk merencanakan sendiri pendapatannya. Dengan demikian, daerah bertanggung jawab atas pengeluaran yang lebih baik, sehingga kata kuncinya ada di sentralisasi. Jadi sentralisasi keuangan harus segera diakhiri.

Begitupun soal capres-cawapres, ke depan, pemerintah pusat jangan lagi menyumbat aspirasi dari daerah. Mereka bisa mengajukan capres-cawapresnya sendiri.

“Oleh karena itu, agar threshold dihapus atau ditiadakan, sehingga orang Aceh, Papua, Cirebon dan daerah lainnya punya capres maupun cawapres yang siap bertanggung jawab di Pemilu. Sekali lagi, aspirasi dari daerah jangan disumbat,” pinta dia. (Andi/SGO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *