2026-04-18

SGOnline

Bersinar & Informatif

Disdik Bakal Masukkan Wayang Kulit ke Muatan Lokal

CIREBON, (SGOnline).-

Pertunjukan seni wayang kulit dengan lakon Cungkring Takon Bedare Jimat Layang Kalimasada yang dibawakan oleh Ki Dalang Anom Sunara Pratama dan Anom Wisnu Lanjaya dari Sanggar Griya Budaya PH Yusuf Dendabrata dari Keraton Kacirebonan digelar di Gedung Negara (Bakorwil) Jalan Siliwangi, Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, berlangsung meriah dan diapresiasi masyarakat, Sabtu (26/2/2022) malam.

Pagelaran wayang kulit berlangsung khidmat, pertunjukan wayang yang apik dan penuh sarat edukasi sejarah religi Islam, karena dengan seni wayang terbukti Sunan Kalijaga bisa mensyiarkan agama islam di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Pagelaran wayang kulit tersebut atas kerjasama Laskar Agung Macan Ali Nuswantara, Forum Lingkungan Hidup dan Budaya Nuswantara, GM FKPPI Kota Cirebon dan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kota Cirebon.

Panglima Laskar Macan Ali (LMA) Prabu Diaz menyampaikan, pagelaran wayang kulit Cirebon, menggandeng Pepadi. Tujuan pertunjukan wayang kulit tersebut adalah menunjukkan bahwa banyak seni budaya tradisional di Indonesia yang disukai serta dinantikan masyarakat.

Pertunjukan terbuka tersebut tadinya terbuka untuk umum. Namun, karena Pemerintah Daerah Kota Cirebon menerapkan PPKM level 4, akhirnya pihaknya menggunakan sistem streaming di semua medsos.

“Alhamdulillah barusan saya monitor ternyata dari Taiwan, Malaysia, Hongkong dan dari Serawak serta kota-kota di Indonesia termasuk forum lingkungan hidup budaya pecinta kesenian tradisional bisa menonton acara ini,” ungkap Prabu Diaz

Dia menambahkan, dari acara wayang kulit ini, banyak yang memberi masukan bahkan mengapresiasi dari banyak kalangan.

“Tradisi budaya daerah kita angkat dan bisa diketahui masyarakat agar tidak punah, kita juga perlu memahami mungkin juga tidak tidak sama dengan budaya negara lain. Mari kita jaga seni, adat, tradisi budaya nusantara”, terangnya.

Panglima LMA tersebut juga tidak merasa kecewa digelarnya wayang kulit malam dengan pola streaming, dan terbatasnya penonton yang datang langsung dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Sebetulnya ada hikmahnya dengan pemberlakuan level 4 sehingga pelaksanaan itu bisa diadakan secara umum melalui streaming ternyata respon penonton banyak sekali,” paparnya.

Sementara itu tanggapan para tokoh seperti Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Elang Tommy mengatakan, ke depan dinas pendidikan bisa membawa muatan lokal budaya seperti wayang kulit adalah sebuah tuntunan yang baik.

“Insya allah keinginan kami dari dinas Pendidikan, agar kedepan dinas pendidikan bisa membawa muatan lokal khususnya budaya cirebon seperti wayang kulit.
Wayang kulit merupakan filosofi nya sangat baik sekali semoga bisa dicombine dengan dinas pendidikan. Cikal bakal dinas pendidikan itu sebenarnya dari pertunjukan wayang kulit. didalam pewayangan ada ketokohan ada sifat, ada budaya, ada kesantunan. Untuk itu generasi yang akan datang bagaimana caranya bisa mengenal tokoh tokoh tersebut.

Di samping ada pendidikan formal seperti pendidikan moral pancasila, ppkn dan itu akan saya ambil dari jam jam seperti ekstra kulikuler. Kita akan menawarkan bahwa diantara banyaknya sekian ekskul ada ekskul wayang kulit yang berarti wayang masuk sekolah.

Di sisi lain Ketua Persatuan Dalang Infonesia, Elang Iyan menyampaikan, wayang gagrak Cirebon itu masih eksis keberadaannya khususnya untuk pelestarian edukasi kepada generasi penerus, wayang jangan sampai punah, karena sarat dengan makna dan filosofi, makanya kenapa dalam pertunjukan wayang posisi dalang paling depan dan posisi dalang itu ada di tengah-tengah.

Ini membuktikan bahwa dalang adalah satu panutan dan seorang panutan itu harus bisa hadir karena dia posisinya tidak berat sebelah ke kiri atau ke kanan, dan jumlah instrumen yang dimainkan dalam satu pak dan wayang itu jumlahnya 20 buktikan bahwa sifat wajib dari Allah subhanahu wa ta’ala yang diketahui harus diketahui oleh manusia ini adalah 11 bahwa wayang adalah merupakan siar agama Islam itu sendiri apa yang diciptakan oleh Allah.

Ini sesuatu yang sangat luar biasa mayoritas masyarakat Indonesia kenapa bisa beragama Islam Ini salah satu bukti bahwa wali sudah bekerja dengan hati, bekerja dengan damai untuk menyiarkan agama Islam tanpa ada setetes darah pun dan tanpa istilahnya ada kalau dalam istilah burung itu bulu yang jatuh di hatinya Islam menyebar di Indonesia dengan cara damai melalui wayang kebetulan untuk malam hari ini melakukannya cungkring takon bedare jimat layang kalimasada layang kalimasada ini berada di mahkota raja Pendawa yaitu itu cungkring bertanya tentang ulasan jimat layang kalimasada itu sisihkan di rumah artinya apa rukun Islam itu ada 5 yang pertama dua kalimat syahadat nya ini jimat kalimasada dua kalimat syahadat ini artinya sifat yang pertama yang harus di rumah nomor situ yang harus di rumah kalau kita bisa mengimplementasikan dua kalimat syahadat insya Allah kita selamat dunia wal akhirat yang nomor satu yang harus di jaga di rumah dilestarikan di rumah ini sebagai punakawan punakawan artinya kaum rakyat bawah lagi tuh sebagai abdi abdi dalem yang bertanya kepada ahlinya yaitu guru menanyakan tentang sifat layang kalimasada itu ya karena namanya beda dengan yang harga 99 itu menandakan apa yang akan agama Islam di pulau Jawa

Sementara lainnya seorang pengusaha ikan dari jakarta kelahiran pati yang sangat menggandrungi wayang, H margono menyampaikan,

“Saya dari kecil dari kelas SD yang kalau di kampung itu pulang kampung saya itu di Jawa tengah betul itu kalau pesta sedekah bumi selalu di situ saya banyak hal yang saya belajar dari wayang itu sendiri. Jadi kalau ada pagelaran wayang dimanapun saya sempatkan nonton sama mau belajar mau mengenal wayang Cirebon kayak apa, walaupun lihat sekali saat acara sedekah bumi di wayang wayang kulit Cirebon, yang kedua pentas wayang di mana depan kelurahan kejaksan dekat attaqwa dulu itu sekitar 2 tahun lalu. Saya tahunya wayang Jawa aja, ternyata wayang kulit Cirebon berbeda, musiknya iringan gamelannya beda, makanya saya penasaran pengen nonton wayang cirebon,” ujarnya. (Andi/SGO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *