Atap Bangunan Rusak, Kondisi Kantor Damkar Membahayakan Para Pegawai
Cirebon, (SGOnline),- Kantor Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Cirebon dalam kondisi rusak di bagian atap. Kayu rangka atap terlihat sudah rapuh dan plafon ambrol sehingga meninggalkan lubang besar.
Jika hujan, air dipastikan jatuh sampai ke lantai. Ada pula kayu rangka atap yang sudah melengkung. Kondisi ini cukup membahayakan para pegawai di Dinas Pemadam Kebakaran. Bukan hanya bisa terluka terkena runtuhan atap bangunan, namun juga mengancam nyawa para pegawai.
Keadaan yang sangat membahayakan ini telah berlangsung sejak beberapa bulan lalu. Pihak Damkar mengaku sudah mengajukan rehab sejak tahun 2021. Tapi, program rehab tidak pernah didapat.
Kasubag Program di Dinas Pemadam Kebakaran, Karen saat ditanya wartawan, mengungkapkan, ajuan perbaikan telah disampaikan ke Bapelitbangda. Hingga 2023, belum ada kejelasan atas ajuan tersebut.
“Sudah, sejak tahun 2021 diajukan untuk perbaikan bangunan. Ajuan kami sebesar Rp 190 juta. Sampai tahun ini, ajuan itu belum terealisasi. Kondisi bangunan memang sudah rusak dan membahayakan. Bisa diliat secara kasat mata,” ujarnya, Rabu (22/2/2023).
Karen mengungkapkan, pihaknya memang mendapat informasi ada kemungkinan pindah ke kantor KPU. Tapi, KPU juga belum pindah ke gedung baru. Sehingga, belum jelas apakah benar pindah ke kantor KPU atau tidak jadi.
Untuk pembangunan gedung baru yang tanahnya sudah disiapkan di depan kantor Dinas Perizinan, membutuhkan biaya sangat besar.
“Kantor baru Dinas Pemadam Kebakaran memang sudah disiapkan, tanahnya ada. Bahkan, sudah ada pagarnya. Tapi, untuk pembangunan butuh biaya lebih dari Rp 7 miliar. Kami sudah coba ke provinsi dan pemerintah pusat, tapi belum dapat respon. Jadi, saat ini ya tetap di kantor yang ditempati dengan kondisi atap bangunan banyak yang rusak,” jelas Karen.
Sejumlah ruang untuk belajar para murid di TK Pertiwi Dua, Jalan Merpati, Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon terlihat rawan ambruk, penyebabnya adalah bagian atap dan kayu sudah rapuh di makan rayap.
Di ruang lainnya juga cukup membahayakan karena kayu suhunan sudah rapuh di makan rayap, sehingga dua ruangan belajar ini terbengkalai karena khawatir sewaktu waktu ambruk.
Kepala Sekolah TK Pertiwi 2, Dewi, mengungkapkan, sebelumnya pihak sekolah sudah mengajukan permohonan agar pemerintah bisa mengupayakan perbaikan atau rehab ruangan yang sudah rawan itu.
“Kami berharap agar di tahun 2023 ini bisa mendapatkan perbaikan”, terangnya kepada wartawan, Rabu (22/2/2023)
Dewi menambahkan, selain dua ruangan ada satu ruang lagi yang sudah tidak ada langit langitnya karena ambruk.
“Bahkan bagian dinding mulai banyak yang retak. Namun, sementara inu masih bisa digunakan untuk ruang guru dan kepala sekolah”, pungkasnya.
(Andi/SGO)
