Laris Manis Krupuk Mlarat, Pendapatan Pedagang pun Meningkat
Kabupaten, (SGOnline),- Meningkatnya arus balik pasca Lebaran, para pemudik yang melintas di jalur pantura banyak yang memburu oleh-oleh di jalur Pantura Cirebon.
Rata rata mereka membeli oleh- oleh krupuk khas Cirebon untuk dibawa kembali ke kota tujuan. Hal tersebut berdampak pada peningkatan penjualan oleh oleh krupuk khas Cirebon yang mencapai 10 kali lipat dibandingkan hari hari biasa.
Para pemudik itu rata-rata mengaku belum sempat membeli buah tangan di kampung halaman usai Lebaran, sehingga mereka mencari oleh oleh di jalur yang mereka lintasi.
Salah satu yang menjadi pilihan pemudik adalah krupuk khas Cirebon seperti halnya krupuk mlarat dan krupuk kulit (rambak) bahkan sebagian pemudik membelinya dalam jumlah yang banyak.
Lisa, salah seorang pemudik asal Jateng, mengaku, krupuk ini berbeda dengan krupuk pada umumnya, sehingga saat melintas di jalur pantura mereka pun menyempatkan diri untuk membeli.
“Dari Brebes mau pulang ke Cikampek, gak sempet cari oleh-oleh langsung jalan jadi nyarinya di jalanan di Cirebon
ada kerupuk, ya buat dibagiin ke keluarga, banyak yang suka aja kerupuk”, katanya.
Berbeda dengan Lisa, pemudik lainnya yang akan pulang balik ke Bekasi, Irma mengatakan, sengaja membeli krupuk untuk menu tambahan keluarganya.
“Mau balik ke Bekasi nggak repot pake motor gini kan susah bawanya, makanya belinya di Cirebon, nggak ada di Bekasi, nah aku beli kerupuk ini buat makan keluarga”, ungkapnya
Banyaknya pemudik yang membeli oleh-oleh krupuk khas Cirebon ini membuat omset penjualan para pedagang meningkat drastis. Bahkan, dalam tiga hari pasca Lebaran omset penjualan meningkat hingga mencapai sepuluh kali lipat.
Karyawan toko oleh-oleh khas Cirebon, Leni, mengungkapkan, pada hari biasa, omset penjualan sebanyak 500 ribu rupiah per harinya. Namun, pada saat arus balik lebaran bisa mencapai 5 juta rupiah per hari.
“Dari Minggu sampai Selasa (25/4/2023) ini, sudah hari ketiga Alhamdulillah peningkatan hampir 10x lipat
biasanya omset biasa 500 ribu,
sekarang omset 5 juta seharinya. Kebanyakan pemudik tuh belinya kerupuk mlarat karena banyak yang suka”, tandasnya.
Diperkirakan ramainya pembeli akan terus terjadi selama masih ramainya masa arus balik Lebaran.
(Andi/SGO)
