Arti Simbol Hio dalam Sembahyang
Oleh Jeremy Huang Wijaya
ADA pepatah Tiongkok berkata 好品格点亮人生 Hǎo pǐngé diǎn liàng rénshēng artinya karakter sifat luhur yang baik mencerahkan kehidupan.
Dalam tradisi masyarakat Tionghoa ketika sembahyang menggunakan hio sebagai lambang menyembah keagungan Tuhan Sang Pencipta. Biasanya dalam sembahyang ini hio yang di gunakan selalu ganjil tidak boleh genap, ada yang satu dan ada yang tiga sekaligus dan ada juga yang lima.
Ternyata 5 hio mengandung simbol yaitu kebajikan, kejujuran dan keadilan, kesetiaan dan kasih sayang. Dalam kehidupan ini seseorang harus kebajikan artinya harus berbuat baik kepada semua orang. Kunci kesuksesan dan keberhasilan dalam kehidupan adalah ketika kita berbuat kebajikan. Ketika kita tabur kebajikan menuai kebajikan juga.
Kong Hu Cu mengajarkan seseorang harus berbuat kebajikan. Oleh sebab itu dalam tradisi umat Kong Hu Cu selalu mengucapkan Salam Kebajikan ketika saling menyapa dalam pertemuan. Simbol kedua adalah Kejujuran. Seseorang akan sukses jika jujur dalam kehidupannya. Orang akan dipercaya jika jujur. Jujur kunci utama ketika memulai karier.
Simbol ketiga adalah keadilan. Dalam kehidupan harus ada keadilan tidak boleh pilih kasih. Apalagi sebagai pemimpin harus adil tidak boleh pilih kasih. Simbol keempat kesetiaan. Dalam kehidupan tanpa ada kesetiaan tidak ada artinya. Kesetiaan menjadi kebutuhan utama dalam relasi hubungan dengan sesama baik itu dalam persahabatan, hubungan suami istri, hubungan bisnis, hubungan majikan dengan karyawan dibutuhkan kesetiaan. Dalam dunia kerja seharusnya majikan menghargai karyawannya yang setia, bukan yang menjilat. Apalagi jaman milenial saat ini. Susah mencari karyawan yang setia. Kelima adalah kasih sayang, itu adalah yang utama. Dunia tanpa kasih sayang akan hancur. Jadi kehidupan tanpa ada karakter dan sifat yang baik akan hancur. Itulah simbolisasi hitungan jumlah hio dalam sembahyang. (*)
