2026-04-19

SGOnline

Bersinar & Informatif

Warga Antusias Saksikan Drama Kolosal di Alun-alun Sangkala Buana

Cirebon, SGOnline,- Seorang ibu sambil menggandeng tangan ke dua anaknya yang masih kecil, terlihat berlarian mendekati panggung berhias lampu warna-warni. Rasa penasaran ke dua anak itu dan warga akhirnya terobati ketika menyaksikan drama kolosal di Alun-alun Sangkala Buana, kawasan Keraton Kasepuhan, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Minggu (27/3/2022) malam.

Alun-alun Sangkala Buana yang belum lama ini diresmikan oleh Gubernur Jabar, H Ridwan Kamil mulai terlihat ramai dengan adanya suguhan tarian adat budaya nusantara, dalam acara perdana Seni Drama Kolosal yang berjudul “Pengakuan Rahwana”.

Sendratari Drama Kolosal ini, terselenggara atas gagasan Panglima Tinggi Laskar Macan Ali (LMA) Prabu Diaz yang bertujuan agar masyarakat bisa menyaksikan langsung Drama Kolosal berjudul “Pengakuan Rahwana” yang dimainkan oleh sanggar Dance Company Malang (DCM) yang kebetulan sanggar tersebut sedang tour ke 30 kota se-Jawa. Pentas malam ini di Kota Cirebon, berlanjut hari senin besok ke Indramayu dan hari selasa sudah pentas lagi di Majalengka.

“Jadi kami mengundang dari Malang serta para seniman-seniman Cirebon yang sudah Go Internasional,” ungkap Panglima LMA

Prabu Diaz menambahkan, para seniman itu terdiri dari penari topeng Nani dari Losari, Kabupaten Cirebon yang sudah tampil di beberapa negara eropa termasuk Yunani, selain itu Irfan seorang penari asal Palimanan yang sudah tampil di Taiwan, Hongkong, Bosnia serta Herzegovina.

Dalam kesempatan tersebut beberapa sanggar di Cirebon menampilkan tarian tradisional, seperti tari topeng, tari manggala, serta tari ronggeng dan penampilan tari medley nusantara dari sanggar tari Panji Semirang, Gegesik, Kabupaten Cirebon, dan acara penutup yaitu penampilan Barongsai dari sanggar Sinar Mas asuhan Yan Siskarteja yang sempat mengharumkan nama Indonesia di kejuaraan Asia, Asean dan dunia.

Panglima LMA Prabu Diaz yang akrab dipanggil mamo ini menyampaikan, ke depan acara pementasan tradisional ini rutin digelar setiap malam minggu di alun-alun itu.

“Untuk menjaga adat tradisi dan budaya serta menjaga seni tradisional peninggalan leluhur dan menunjukkan kepada dunia, bahwa Cirebon juga mempunyai pusat- pusat kebudayaan dan seni tradisional, jadi kami mengundang sanggar tari Dance Company Malang. Insya Allah, kami akan coba mengundang sejumlah seniman maupun budayawan dari sanggar-sanggar yang ada di seluruh Indonesia, pastinya dengan menampilkan kesenian daerahnya masing-masing seperti tari kecak asal Bali, tari barong dan lainnya,” paparnya

Untuk menambah khazanah kebudayaan, Mamo menambahkan, ada rencana, akan mendatangkan kesenian dari luar negeri seperti Meksiko.

“Kemungkinan bulan Juni mendatang kami mengundang orang Meksiko, nah yang lebih hebatnya lagi orang Meksiko yang menari topeng. Selain itu, di bulan Agustus 2022, saya juga akan mengundang Mama Erick Not, yang merupakan dosen tari di Santa Barbara San Fransisco, Amerika Serikat. Erick Not sendiri akan datang ke Indonesia, dalam kunjungannya nanti kami akan ajak mereka pentas di sini”, imbuhnya.

Perlu diketahui usai acara, Prabu Diaz didampingi Ketua GM FKPPI Kota Cirebon, Dani Jaelani, memberikan santunan kepada sejumlah anak yatim dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. (Andi/SGO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *