2022-10-07

SGOnline

Bersinar & Informatif

Sultan Aloeda II Keraton Kasepuhan Sesalkan Insiden Lempar Batu

1 min read

CIREBON, (SGOnline).-

Insiden saling lempar batu yang terjadi di Keraton Kasepuhan Cirebon mendapat perhatian serius Sultan Aloeda II, Rahardjo Djali, meskipun ekses tersebut diakuinya merupakan kejadian biasa.

“Saya kira ini kejadian biasa dan tidak perlu dibesar-besarkan. Jadi suka tidak suka, mau tidak mau, mari selesaikan secara intelektual. Kita ini orang berpendidikan dan bermartabat. Jangan dengan cara premanisme karena tidak ada menyelesaikan persoalan,” kata Rahardjo kepada sejumlah awak media, Rabu (25/8/2021).

Untuk mencegah polemik yang berkepanjangan, Rahardjo mengajak persoalan ini diselesaikan lewat jalur hukum. Upaya itu dinilai tepat karena bisa mengakhiri pro kontra dan polemik yang ada, karena akan ada titik terang dari kericuhan yang ada.

Ditanya soal tidak adanya izin dari Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan XV, PRA Luqman Zulkaedin, dirinya menegaskan tidak memerlukan izin itu. “Kami tegaskan, kami tidak memerlukan izin apapun untuk menyelenggarakan kegiatan. Karena kami adalah keluarga besar Keraton Kasepuhan,” paparnya.

Rahardjo Djali juga menegaskan, jika di Keraton Kasepuhan Cirebon berlaku hukum adat, sehingga tidak perlu ada izin dari siapapun. “Adapun soal peristiwa saling lempar batu, kami akan melaporkan ke aparat kepolisian,” ucapnya. (Andi/SGO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.