2026-06-10

SGOnline

Bersinar & Informatif

Rindu Almarhumah Ibunda Tercinta, Siswa SMP Nekad Akhiri Hidupnya

Cirebon, (SGOnline),-
Tragedi bunuh diri seorang siswa SMP Negeri di Kabupaten Cirebon, telah menyebabkan duka yang mendalam bagi keluarga, teman-teman, dan tetangganya. Fairus Firdaus, seorang siswa berusia 12 tahun yang aktif dan berprestasi di sekolah, mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis.q

Menurut ayahnya, Karwiya (47), Fairus sering kali merasa kehilangan ibunya yang meninggal pada November tahun lalu. Fairus bahkan sering berbicara kepada Tuhan, memohon keadilan atas kepergian ibunya. “Ya Allah, gimana sih keadilannya, kok jadi kayak gini? Tolong tunjukkan keadilanmu, tunjukkan kebesaranmu,” begitu kata Karwiya mengenangnya,Sabtu (4/11/2023).

Tragedi tersebut terjadi pada hari Jumat, sekitar pukul 14.00 hingga 16.30. Pihak berwajib, dalam hal ini, Kanit Reskrim Polsek Depok, IPDA Budi Rahmanto, menerima laporan bahwa seorang anak meninggal karena bunuh diri. Mereka segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Korban telah digantungkan tali, dan tali tersebut kemudian dipotong oleh saudara korban. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan memang tanda-tanda gantung diri, seperti bekas jeratan di leher dan mata merah.

Kepala Sekolah SMPN setempat, H. Asup Suparlan, mengungkapkan bahwa Fairus adalah siswa yang baik dan aktif di sekolah. Namun, sejak kepergian ibunya, ia mulai merasa sangat kehilangan dan sering menyatakan keinginan untuk bertemu dengan ibunya lagi. Hal ini telah membuat banyak orang khawatir tentang kondisi mental Fairus.

Ketua Komisi Perlindungan Anak dan Perempuan Indonesia (KPAID) Kabupaten Cirebon, Bunda Fifi, juga ikut khawatir atas kejadian ini. Menurut informasi yang diterima, Fairus adalah siswa yang rajin dan berprestasi. Namun, kepergian ibunya telah memberikan tekanan emosional yang besar dalam dirinya. Bunda Fifi menekankan pentingnya perlakuan baik terhadap anak dan memberikan dukungan emosional yang mereka butuhkan.

Tragedi bunuh diri yang mengejutkan ini telah menunjukkan bahwa pentingnya memahami dan mendukung kesehatan mental anak-anak. Upaya perlindungan dan pendampingan anak-anak di lingkungan sekolah dan masyarakat perlu ditingkatkan untuk mencegah kasus serupa di masa depan.

(Andi/SGO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *