2026-06-13

SGOnline

Bersinar & Informatif

Racak Gelar Seminar Anti Korupsi, Hadirkan Pembicara KPK

Kabupaten, SGOnline,– Aliansi Rakyat Cirebon Anti Korupsi (RACAK) menggelar seminar pada Jumat (9/12/2022) dengan menghadirkan pembicara dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Acara diagendakan berlangsung di Ruang Nyi Mas Gandasari, Kantor Bupati Cirebon di Sumber. Kegiatan ini digelar dalam rangka memeringati Hari Anti Korupsi Nasional.

Ketua Umum Aliansi RACAK, Ade Riyaman didampingi Ketua Harian RACAK, Firdaus Yunida, S.H., M.H., mengatakan, seminar juga mendatangkan pembicara dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Polda Jawa Barat, pegiat anti korupsi, tokoh dari Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) RI.

“Hari Anti Korupsi Nasional yang diperingati setiap 9 Desember harus dijadikan momentum bagi semua elemen untuk terus memerangi korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Sebab, korupsi nyata-nyata merusak dan merugikan negara maupun masyarakat,” tandas Ade Riyaman.

Ia mengungkapkan, penyuapan, pengadaan barang/jasa, penyalahgunaan anggaran, perizinan, pungutan dan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) merupakan tindak pidana korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dan, penyuapan serta pengadaan barang/jasa merupakan jenis perkara korupsi yang paling banyak ditangani KPK selama kurun waktu 2004 hingga akhir 2018.

“Kasus-kasus tersebut pun terjadi di Kabupaten Cirebon. Maka, kami dari Aliansi Rakyat Cirebon Anti Korupsi (RACAK) ingin agar semua itu jangan terjadi lagi ke depannya,” tandasnya.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, lanjut dia, transparansi merupakan suatu kondisi yang diperlukan
untuk mencapai kualitas pemerintahan yang lebih baik, terutama dalam meningkatkan
akuntabilitas dan meminimalisir terjadinya praktik korupsi.

Korupsi dapat bersumber dari birokrasi maupun institusi politik. Efek dari adanya korupsi terhadap pembangunan berbeda-beda, tergantung kondisi negara tersebut.

“Pastinya, korupsi merugikan keuangan negara yang seharusnya dapat digunakan untuk membiayai sektor-sektor penunjang pembangunan, seperti kesehatan, pendidikan, olahraga maupun infrastruktur,” pungkasnya. (Andi/SGO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *