Progres Rencana Pensiun Dini Pembangkit Cirebon Power Unit I
Cirebon, SGOnline),-
Wakil Direktur Utama Cirebon Power, Joseph Pangalila, menjelaskan perkembangan rencana pensiun dini pembangkit Cirebon Power unit I. Menurutnya, saat ini tengah dilakukan studi mendalam guna mencegah dampak negatif dari pensiun dini tersebut.
Joseph Pangalila menyatakan, “Agar proses ini tidak menimbulkan dampak merugikan bagi pihak-pihak terkait antara lain pekerja, masyarakat, pemerintah lokal dan nasional serta program kelistrikan nasional.”
Sejak akhir 2022, Cirebon Power telah menyatakan kesediaannya untuk turut serta dalam program pemerintah untuk mengurangi emisi dengan menjadi relawan dalam program pensiun dini PLTU.
Menurut Joseph, sepanjang tahun 2023 hingga saat ini, diskusi dengan Asian Development Bank, Kementerian ESDM, dan PT PLN (Persero) terus berlanjut, dengan proses yang berjalan positif.
Joseph menjelaskan bahwa pensiun dini PLTU mirip dengan mengubah skema finansial komersil, yang memungkinkan pembiayaan lebih murah dan efisien.
Apabila diskusi dengan semua pihak tercapai, usia operasional PLTU Cirebon I yang seharusnya sampai 2042 akan diperpendek menjadi 2035.
Joseph menekankan bahwa pemilihan pembangkit unit I sebagai pilot project pensiun dini bukan karena kekotoran, melainkan karena dinilai memiliki kinerja operasional, keuangan, dan penanganan lingkungan yang baik.
“Inisiatif Cirebon Power menjadi pilot project pensiun dini, karena kami berkomitmen berpartisipasi mempercepat transisi energi di Indonesia, untuk membantu pemerintah mencapai target nol emisi pada 2060, dan mencegah perubahan iklim,” ujar Joseph.
Pembangkit Cirebon Power Tetap Beroperasi Saat Idulfitri
Joseph Pangalila juga menyatakan bahwa pembangkit Cirebon Power unit berkapasitas 660 MW akan tetap beroperasi optimal selama masa libur Hari Raya Idulfitri, sementara unit II akan berada dalam posisi standby.
“Pembangkit 660 MW akan beroperasi penuh mendukung ketersediaan listrik di jaringan 150 kV, sedangkan pembangkit 1.000 MW akan standby untuk mendukung kebutuhan energi di jaringan 500 kV,” jelas Joseph.
Selama tahun 2023, pembangkit unit I telah beroperasi optimal dan mencapai prestasi performa bebas kendala. Sedangkan pembangkit unit II telah beroperasi sejak Mei 2023 dan sesuai dengan target yang ditetapkan oleh PLN.
(Andi/SGO)
