2026-05-03

SGOnline

Bersinar & Informatif

Nadran, Upaya Warga Samadikun Menjaga Tradisi Leluhur

Cirebon, (SGOline),-

Warga Samadikun Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, dengan tekad yang kuat, telah berhasil menghidupkan kembali tradisi “Nadran,” sebuah ritual sedekah laut yang telah menjadi bagian tak terlupakan dalam kehidupan nelayan setempat. Kendati dihadapkan pada tantangan anggaran yang terbatas dan peraturan ketat, semangat masyarakat nelayan dan dukungan pemerintah kota Cirebon menjaga keberlanjutan warisan budaya ini.

Tradisi “Nadran” telah menjadi bagian tak terpisahkan dari Cirebon selama bertahun-tahun. Setiap tahun, nelayan dan komunitas lokal berkumpul untuk merayakan keberlimpahan laut, memohon keselamatan dan berkah bagi nelayan serta hasil tangkapan mereka.

Ketua Himpunan Seluruh Nelayan Indonesia (HSNI) Kota Cirebon, Karsudin, dengan semangat, mengungkapkan kegembiraannya terkait acara tahunan ini. Ia mencatat bahwa meskipun anggaran yang terkumpul belum mencapai target 100 juta rupiah, dukungan donatur-donatur yang peduli terhadap tradisi “Nadran” sangat berarti. Karsudin menekankan bahwa terkumpulnya 80 juta rupiah adalah prestasi yang patut diapresiasi.

Karsudin juga menyoroti kesulitan yang dihadapi nelayan akibat peraturan Kementerian Kelautan yang membatasi wilayah tangkapan dan kuota. Meskipun tantangan ini ada, semangat nelayan tetap tidak goyah dalam menjalankan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Wakil Walikota Cirebon, Hj. Eti Herawati, merasa bangga dengan kelanjutan tradisi “Nadran.” Dia menegaskan komitmen pemerintah kota dalam menjaga tradisi ini, bahkan dalam menghadapi perubahan peraturan kebijakan laut. Rencananya, pemerintah kota akan membangun kapal baru untuk nelayan pada tahun 2024, sebagai langkah konkret dalam mendukung nelayan setempat.

“Tradisi ini adalah kekayaan budaya dan alam yang harus kita lestarikan. Semoga nelayan kita terus melimpahkan hasil tangkapannya, cuacanya mendukung, dan fasilitas infrastrukturnya semakin baik,” ungkap Wakil Walikota Cirebon, Sabtu (28/10/2024).

Di tengah berbagai tantangan, semangat dan komitmen nelayan serta pemerintah Kota Cirebon untuk menjaga warisan budaya dan alam dalam tradisi “Nadran” tetap menjadi sumber harapan bagi semua yang terlibat. Tradisi ini mencerminkan kuatnya kebersamaan dan tekad untuk menjaga identitas dan kehidupan nelayan di Cirebon.

Di sisi lain, Lurah Kesenden, Rulianto, sangat mengapresiasi antusiasme warga nelayan dalam melanjutkan tradisi ini. “Warga nelayan sangat antusias sekali, ini merupakan salah satu contoh yang menginspirasi bagaimana tradisi lokal dapat bertahan dan berkembang di tengah tantangan,” pungkas Rulianto

 

(Andi/SGO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *