2026-06-03

SGOnline

Bersinar & Informatif

Media Diminta Dukung Kereta Cepat Whossh sebagai Solusi Transportasi Ramah Lingkungan di Asia Tenggara

BANDUNG, (SGOnline).-

Penjabat Gubernur Jabar, Bey Machmudin, mengundang para awak media untuk mendukung hadirnya Kereta Cepat Whossh sebagai moda transportasi massal berbasis listrik pertama di Asia Tenggara yang ramah lingkungan. Bey Machmudin menyampaikan hal ini saat makan siang bersama para awak media di kantin Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.

“KCJB kebetulan beroperasi di Bandung, dan kita harus menyambutnya dengan antusias. Mari kita hindari keluhan terkait stasiun yang masih sepi,” ujar Bey.

Saat ini, Kereta Cepat Whossh sedang menjalani uji coba gratis bagi masyarakat. Antusiasme warga Jabar terhadap layanan ini sangat tinggi, dan Bey optimistis bahwa minat tersebut akan tetap tinggi ketika layanan ini berbayar.

“Kami perkirakan akan ada banyak masyarakat yang ingin mencoba. Kami berharap mereka tidak hanya mencoba sekali dan meninggalkannya,” tambah Bey.

Menurut Bey, Kereta Cepat Whossh memiliki potensi untuk digunakan oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor pariwisata yang dapat menjadikannya sebagai pilihan transportasi dalam paket wisata.

“Pilihan transportasi ini harus dimanfaatkan, baik untuk paket wisata maupun keperluan lainnya,” ungkap Bey.

Selain itu, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat juga berencana mempromosikan kerajinan dan UMKM Jabar dengan memanfaatkan tiga stasiun yang ada di Jabar, yaitu Tegalluar (Kabupaten Bandung), Padalarang (Kabupaten Bandung Barat), dan Karawang sebagai tempat memajang berbagai produk UMKM.

“Stasiun-stasiun ini akan menjadi pusat penjualan berbagai kerajinan daerah,” jelas Bey.

Dalam rangka mendukung Kereta Cepat Whossh, PT Kereta Indonesia Daop 2 Bandung telah menyiapkan Kereta Api (KA) feeder relasi Bandung – Cimahi – Padalarang untuk memastikan konektivitas yang baik. KA feeder ini akan mengangkut penumpang kereta cepat dari Stasiun Padalarang ke Stasiun Bandung atau sebaliknya dengan waktu tempuh hanya 19 menit. Dengan 72 perjalanan setiap harinya, KA feeder ini akan beroperasi dengan waktu tunggu antar kereta api hanya 25 menit sekali.

KA feeder ini menggunakan jenis kereta rel diesel elektrik (KRDE) yang diproduksi oleh PT INKA dan memiliki kapasitas hingga 200 penumpang dalam satu rangkaian. Adapun fasilitas penumpang, seperti ruang tunggu khusus, telah selesai 100 persen di Stasiun Bandung dan Cimahi, sementara pembangunan di Stasiun Padalarang masih dalam tahap penyelesaian akhir.

Uji coba yang telah dilakukan pada KA feeder ini mencakup berbagai skenario guna memastikan kelancaran perjalanan lintas Bandung – Padalarang, termasuk pengenalan lintas, kapabilitas tanjakan, dan sistem pengereman. Semua uji coba tersebut telah berjalan dengan sukses.

Kehadiran Kereta Cepat Whossh di Jawa Barat diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam sektor transportasi dan ekonomi regional, sambil tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan. (Humas Jabar/Andi/SGO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *