2026-04-16

SGOnline

Bersinar & Informatif

H Zaenal Muttaqin Ajak Generasi Muda Cirebon Aktif Berkarya melalui Tulisan

CIREBON, (SGOnline).-

Bapak Literasi Cirebon, H. Zaenal Muttaqin, S.H., (HZM) meminta generasi muda untuk bisa dan terus berkarya melalui sebuah tulisan, karena dalam karya tulis bisa membuat banyak ide/gagasan juga sekaligus saran atau masukan yang konstruktif.

Pernyataan tersebut disampaikan HZM yang juga Bacaleg DPR RI Partai NasDem Dapil VIII Jabar saat menjadi pembanding dalam Bedah Buku Bunga Rampai Seorang Ideolog jilid II Karya pengamat politik Cirebon, Sutan Aji Nugraha di Aula Kantor Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Senin (13/3/2023).

Ketua Askot PSSI Kota Cirebon ini mengungkapkan apresiasinya terhadap isi tulisan Bunga Rampai Seorang Ideolog jilid II. Pengusaha muda ini menilai, dengan adanya buku tersebut akan menambah cakrawala masyarakat tentang makna berpolitik yang baik.

“Saya berharap Bung Aji bisa terus berkarya dan kembali berkarya. Saya sebagai Bapak Literasi akan selalu memberi dukungan penuh untuk dunia tulis menulis di Cirebon,” kata HZM.

Ketum Ferkushi Jabar ini meyakini, jika generasi muda akan mendapatkan ilmu dan masukan dari materi yang ditulis Sutan Aji yang mengulas tentang Paradoks Politik. Baginya, dalam tema Paradoks Politik, Aji membedakan politik yang baik dan politik yang tidak baik. Sebab, dalam buku tersebut ditulis sejarah- sejarah masa lalu dan dikritisi Sutan Aji. Untuk itu, HZM mendorong generasi muda di Cirebon untuk bisa mengikuti jejak Sutan Aji untuk membuat karya melalui tulisan.

Sementara itu, Sutan Aji Nugraha menyatakan, dirinya sudah memulai menulis sejak usia muda. Ia juga mengapresiasi HZM yang dinilai tokoh muda di Kota Cirebon yang memiliki kepedulian pada dunia literasi. Hal itu menurutnya dibuktikan dengan hadirnya HZM pada kegiatan bedah buku ini. Aji juga menilai politik saat ini paradoks, di mana tujuan politik yang mulia malah tercederai oleh tingkah dan laku politik pejabat publik, terutama oknum politisi.

“Tak dapat dipungkiri, tidak sedikit politisi yang berurusan dengan hukum. Namun demikian, kondisi ini tidak boleh membatasi kita untuk membangun dan menguatkan tradisi literasi, termasuk mendalami isu-isu kebijakan publik seperti politik dan aspek lainnya,” tutur dia. (Andi/SGO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *