2026-03-29

SGOnline

Bersinar & Informatif

H.E. Herman Khaeron Nobar Pidato Politik AHY Bersama Caleg dan Kader Partai Demokrat Cirebon

Kabupaten, (SGOnline),- Anggota DPR RI dari Partai Demokrat, H. E. Herman Khaeron, bersama ketua dan kader DPC Partai Demokrat Kabupaten Cirebon, mendengarkan sekaligus
membahas pidato Politik Agus Harimukti Yudhoyono (AHY) di salah satu kafe di Kabupaten Cirebon. Kegiatan nonton bareng itu dihadiri para bakal calon legislatif (Bacaleg) Partai Demokrat wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon.

H. E. Herman Khaeron mengatakan, dalam pidato politik yang disampaikan AHY ada hal penting yang akan menjadi perhatian pada situasi saat ini.

”Diantaranya yaitu, ada berbagai aspek sendi-sendi rakyat kualitasnya menurun,” ujar H. Herman Kheron, Jumat (14/7/2023) malam.

Menurutnya, hal tersebut menjadi penyemangat perubahan dan perbaikan. Antara lain yaitu aspek ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, sumber daya manusia, penegakan hukum, demokrasi, dan lingkungan.

”Saat ini, situasi ekonomi sedang tidak wajar-wajar saja, secara makro pertumbuhan ekonomi dan investasi tumbuh tapi tidak banyak dirasakan rakyat. Belum lagi utang pemerintah dan BUMN yang sangat membebani rakyat,” paparnya

Sumber daya manusia yang harus disiapkan menghadapi persaingan global, menurutnya, belum banyak disentuh pemerintah saat ini. Revolusi mental yang digaungkan tidak terlihat hasilnya.

”Pemerintah lebih senang membangun infrastruktur megah. Infrastruktur penting tapi sumber daya manusia juga sangat penting, belum lagi untuk membangun infrastruktur itu harus mengorbankan banyak bentang alam. Terjadi penurunan kualitas lingkungan hidup kita. Akibatnya makin banyak bencana banjir dan tanah longsor karena daya dukung alam yang dirusak, juga kebakaran hutan,” ungkapnya.

Di bidang penegakan hukum, hero sapaan akrabnya, menambahkan, rakyat kecil susah mendapat keadilan.

“Penegakan hukum itu tajam ke bawah tapi tumpul ke atas, keras ke oposisi tapi lemah ke koalisi. Makanya ada pemimpin daerah yang pindah partai ikut partai penguasa,” tandasnya.

Dia juga menambahkan, demokrasi dan kebebasan rakyat juga dibayang-bayangi masalah, sehingga rakyat takut berbicara dan mengeluarkan pendapat. Dikarenakan, tidak ada tempat untuk pengkritik dan yang berbeda pendapat dengan penguasa.

”Padahal sepanjang kritik itu bukan fitnah, kritik itu tidak membuat kerusakan terhadap kesatuan dan persatuan serta ideologi Pancasila, itu tidak masalah. Sepanjang kritik itu untuk membangun harusnya dibuka ruang-ruang untuk demokrasi. Mengadu ide dan gagasan demi kemajuan bangsa,” imbuhnya.

H. E. Herman Khaeron menambahkan, banyak yang takut dengan perubahan, padahal perubahan itu bukan berarti mengganti seluruhnya. Tapi tetap melanjutkan yang sudah baik, menyempurnakan yang tidak sempurna.

”Jangan takut dengan perubahan. Justru kalau kita ingin menjadi lebih baik, ya kita harus mengubah dan mengusahakannya. Partai Demokrat akan melakukan itu dengan dukungan rakyat,” pungkasnya.

(Andi/SGO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *