2026-06-10

SGOnline

Bersinar & Informatif

Festival Layang-Layang di Desa Mundu Pesisir, Cirebon, Memukau Peserta

Kabupaten, (SGOnline),-
Festival layang-layang internasional yang berlangsung bersamaan dengan perayaan Nadran di Desa Mundu Pesisir, Kabupaten Cirebon, telah mendapatkan sambutan yang hangat dari berbagai pihak.

Kegiatan yang dihadiri oleh peserta dari dalam dan luar negeri, termasuk Malaysia, Singapura, dan Lebanon, serta peserta dari berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Banten, Ciamis, dan Bandung, berhasil menyita perhatian para penikmat layang-layang.

Bupati Cirebon, Drs H Imron, M.Ag, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan harapannya bahwa festival ini akan menjadi sarana yang efektif untuk mempromosikan destinasi wisata di Kabupaten Cirebon. “Kegiatan ini akan membuat Kabupaten Cirebon semakin terkenal,” kata Imron.

Imron juga mengucapkan terima kasih kepada pihak penyelenggara, terutama Persatuan Layang-layang Indonesia (Pelangi), yang memilih muara Mundu Pesisir sebagai lokasi pelaksanaan acara ini. Dia percaya bahwa Muara Mundu dapat menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik dan dapat dikenalkan kepada masyarakat luas.

“Semoga saja, destinasi wisata di Cirebon semakin maju,” tambahnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat, Dicky Saromi, menekankan bahwa festival layang-layang dan Nadran ini dapat digunakan sebagai alat untuk memperkenalkan Desa Mundu Pesisir dengan lebih baik. Dengan beragam agenda kebudayaan dan acara lainnya di desa ini, tempat ini semakin menarik bagi para wisatawan yang ingin merasakan pengalaman langsung.

“Nantinya, di Mundu Pesisir, para wisatawan dapat menikmati keindahan pantai utara Cirebon,” ujar Dicky.

Sari Madjid, Pelaksana Tugas Ketua Umum Persatuan Layang-Layang Indonesia (Pelangi), juga memberikan apresiasi atas acara ini. Menurut Sari, meskipun telah menggelar festival layang-layang sejak tahun 1992, pengalamannya di Cirebon sangat berbeda. Dia merasakan kebersamaan dan semangat gotong royong yang luar biasa di sini.

“Berbagai instansi seperti TNI, Polri, PLN, tim kesehatan, dan lainnya ikut berpartisipasi. Kali pertama saya merasakan semangat kolaborasi untuk kesuksesan festival ini,” ungkap Sari.

Sari juga mengungkapkan kebahagiaannya atas sambutan hangat dari masyarakat sekitar yang ramah. Ini membuat semua peserta, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri, merasa beta berada di Cirebon.

“Teman-teman dari luar siap untuk kembali ke sini karena ramahnya masyarakat,” ujar Sari sambil tersenyum. Dengan demikian, festival ini tidak hanya menjadi sebuah acara, tetapi juga sebuah perayaan kebersamaan yang mempersatukan berbagai budaya dan masyarakat di sekitarnya.

(Andi/SGO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *