Antisipasi KLB Polio Dinkes Kota Cirebon Aktifkan Ratusan Posyandu
CIREBON, (SGOnline).-
Mengantisipasi dan menanggulangi kejadian luar biasa masalah polio, pemerintah mulai menggencarkan lagi imunisasi atau vaksin polio. Seperti halnya di Kota Cirebon, selama pandemi covid-19, memang sedikit terhambat pelaksanaan imunisasi polio.
Walikota Cirebon, H Nasrudin Azis, mengatakan, untuk menghindari polio pada balita, Pemkot melalui Dinas Kesehatan menyasar sebanyak 23 ribu 157 bayi dan balita agar bisa mendapat imunisasi polio.
“Pencanangan polio di Jawa Barat termasuk di Kota Cirebon, menunjukan Pemprov bertindak cepat mengantisipasi terjadinya penyebaran, penularan polio ini, Alhamdulillah mendapat informasi tersebut kami juga bergerak cepat”, tuturnya
H Nashrudin Azis menambahkan, seluruh jajaran dari Dinas Kesehatan, baik dari kader tingkat RW, kelurahan, kecamatan, tingkat kota, untuk sama-sama bergerak secara masive mencapai sasaran 23 ribu anak-anak itu.
“Ini mau tak mau, seluruh anak harus mendapatkan imunisasi polio, kami menargetkan pencapaiannya bisa sampai 95 persen”, terangnya
Walikota berharap, upaya ini dilakukan agar bisa menghindari penyebaran dan penularan polio yang bisa mengancam lumpuh layu pada anak.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr. Hj. Siti Maria Listiawaty, mengungkapkan, untuk tekhnis di lapangan seluruh posyandu bergerak.
“Jadi, masing-masing sudah membuka layanan dilakukan di bulan April ini dan tahap kedua yaitu bulan Mei mendatang di 344 posyandu dan nanti akan ada evaluasi yang nantinya sweeping selama 5 hari ke sekolah dan lainnya”, tandasnya.
dr. Siti Maria Listiawaty mengharapkan, masyarakat yang memiliki bayi dan balita diharapkan bisa menyambut positif adanya vaksin polio dengan datang ke posyandu layanan polio untuk buah hatinya. (Andi/SGO)
