Inilah Jagara, Primadona Desa EKI di Kuningan yang Jadi Binaan OJK Cirebon
KUNINGAN, (SGOnline).-
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon terus berusaha mewujudkan perekonomian daerah yang maju, dan kali ini penguatan dilakukan di Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Sebagai Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI), Jagara tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pemahaman dan akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga memastikan akses tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif sesuai potensi desa.
Desa Jagara mempunyai potensi ekonomi yang beragam, terutama pada sektor pariwisata dan perikanan namun masih perlu dikembangkan secara terintegrasi dengan penguatan UMKM, pemasaran produk lokal, akses pembiayaan dan promosi yang lebih luas.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib mengemukakan, pengembangan Desa EKI harus diterjemahkan dalam bentuk kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Desa EKI ini bukan hanya tentang masyarakat memiliki akses terhadap layanan keuangan. Akan tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana akses tersebut bisa digunakan untuk kegiatan produktif. Karena itu, potensi yang ada di Jagara harus kita dorong bersama, mulai dari pariwisata, perikanan, UMKM sampai dengan penguatan akses kepada seluruh produk dan layanan jasa keuangan,” ujar Agus Muntholib saat gathering media di Desa Jagara, Rabu (23/9/2026).
Agus Muntholib, berharap apabila potensi wisata berkembang, jangan sampai hanya tempat wisatanya yang ramai. Ia ingin warungnya ikut ramai, UMKMnya ikut tumbuh, produk masyarakatnya ikut terjual. Begitu juga perikanan, jangan hanya menjual hasil produksi, tetapi bagaimana bisa diolah dan memiliki nilai tambah. Di situlah OJK Cirebon ingin akses keuangan hadir mendukung masyarakat.
Untuk memperluas jangkauan informasi dan promosi tersebut, OJK Cirebon mengajak sekitar 60 jurnalis dari berbagai media di wilayah Cirebon dan sekitarnya untuk ikut hadir dan mengenal lebih dekat Desa Jagara.
Puluhan wartawan tersebut diajak melihat secara langsung berbagai potensi desa, sekaligus mendapatkan gambaran mengenai pengembangan Desa EKI dan aktivitas ekonomi masyarakat Jagara.
Keterlibatan 60 wartawan ini menjadi bagian penting dari upaya OJK Cirebon untuk mendorong publikasi dan promosi potensi wisata Desa Jagara kepada masyarakat yang lebih luas.
Agus Muntholib mengatakan, media memiliki kekuatan besar dalam memperkenalkan suatu daerah dan membangun ketertarikan masyarakat untuk berkunjung.
“Kami mengajak sekitar 60 wartawan karena kami ingin cerita tentang Jagara tidak berhenti di sini. Kami ingin cerita itu dibawa keluar, disampaikan kepada masyarakat Cirebon Raya dan masyarakat yang lebih luas. Media memiliki peran penting untuk memperkenalkan potensi sebuah daerah,”paparnya.
Menurut Agus. Muntholib, media diharapkan tidak hanya memberitakan kegiatan OJK atau seremoni Desa EKI, tetapi juga mengangkat cerita dan potensi di balik Desa Jagara.
“Kami berharap teman-teman media tidak hanya memberitakan Jagara merupakan Desa EKI. Lebih dari itu, kami ingin ada cerita tentang apa yang menarik di Jagara, apa yang bisa dikunjungi, apa yang bisa dibeli, siapa pelaku usahanya dan bagaimana masyarakatnya berkembang,” tambahnya.
Dengan adanya publikasi yang lebih luas, OJK berharap semakin banyak masyarakat mengetahui potensi Jagara dan kemudian tertarik untuk berkunjung. Peningkatan kunjungan diharapkan memberikan dampak terhadap berbagai sektor ekonomi masyarakat, mulai dari UMKM, kuliner, perdagangan, jasa hingga produk perikanan.Dalam jangka panjang, meningkatnya aktivitas ekonomi juga diharapkan dapat membuka peluang pembiayaan bagi pelaku usaha.
“Harapannya sederhana. Orang semakin mengenal Jagara, semakin banyak yang datang, UMKM semakin bergerak, produk masyarakat semakin dikenal, usaha semakin berkembang dan masyarakat semakin memiliki akses terhadap pembiayaan yang sesuai. Kalau itu terjadi, berarti ekosistemnya mulai terbentuk,” pungkas Agus.
OJK Cirebon akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Desa Jagara, Pemerintah Kabupaten Kuningan, industri jasa keuangan, pelaku usaha, masyarakat dan media untuk mendorong pengembangan Desa EKI secara berkelanjutan.
Pengembangan
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Jagara Umar Hidayat turut hadir dan sekaligus memberikan apresiasi kepada OJK Cirebon yang telah memilih dan mendorong Desa Jagara sebagai bagian dari pengembangan Desa EKI.
Menurut Umar, pengembangan Desa EKI menjadi kesempatan bagi Desa Jagara untuk memperkuat berbagai potensi yang dimiliki sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat.
“Bagi kami, ini merupakan kesempatan yang sangat. Kami memiliki potensi yang ingin terus dikembangkan, baik dari sisi pariwisata maupun usaha masyarakat. Dengan adanya kolaborasi bersama OJK, kami berharap potensi tersebut dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkap dia.
Lebih jauh Umar mengemukakan, pemerintah desa tidak dapat berjalan sendiri dalam mengembangkan potensi Jagara. Diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, OJK, industri jasa keuangan, pelaku usaha, masyarakat dan media.
“Kami sangat terbuka dengan kolaborasi. Termasuk dengan teman-teman media yang hari ini hadir. Kami berharap potensi Jagara bisa lebih dikenal, sehingga semakin banyak masyarakat yang datang, dengan demikian semakin banyak peluang ekonomi yang terbuka bagi warga kami,” tambahnya.
Salah satu potensi yang terus didorong adalah sektor pariwisata. Pengembangan sektor ini diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat sekitar.
Ketika wisatawan datang, manfaat ekonomi dapat dirasakan berbagai pelaku usaha, mulai dari UMKM, kuliner, perdagangan, jasa transportasi, produk lokal hingga berbagai usaha pendukung lainnya.
Selain pariwisata, sektor perikanan juga menjadi potensi ekonomi yang dapat dikembangkan.
OJK Cirebon mendorong agar kegiatan perikanan dapat dikembangkan tidak hanya pada sisi produksi, tetapi juga melalui pengolahan, pengemasan, pemasaran dan penciptaan produk bernilai tambah.
Dengan demikian, terdapat hubungan yang saling memperkuat antara pariwisata, UMKM, perikanan, akses pembiayaan dan inklusi keuangan.Melalui pengembangan Desa EKI, OJK Cirebon ingin memastikan inklusi keuangan tidak berhenti pada peningkatan akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan, tetapi benar-benar menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung kegiatan ekonomi produktif.
Pelaku usaha yang memiliki potensi dapat memperoleh akses pembiayaan sesuai kebutuhan dan kemampuan, sementara masyarakat juga didorong untuk meningkatkan literasi keuangan agar mampu memilih dan menggunakan produk jasa keuangan secara tepat.
Sebagai komitmen OJK Cirebon akan terus menjaga stabilitas sistem keuangan agar terus tumbuh stabil berkelanjutan, termasuk menjaga prinsip tata kelola yang baik dan menerapkan Program Pengendalian Gratifikasi sehingga terwujud tata kelola yang bersih, transparan, dan berintegritas. (Ruddy)
