2026-08-11

SGOnline

Bersinar & Informatif

Amazing, 288.282 Penumpang KAI Daop 3 Cirebon Manfaatkan Face Recognition

CIREBON, (SGOnline).-

Kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan menjadi faktor penting dalam meningkatkan pengalaman pelanggan saat menggunakan transportasi kereta api. Menjawab kebutuhan tersebut, KAK Daerah Operasi 3 Cirebon terus menghadirkan inovasi layanan berbasis digital melalui Face Recognition Boarding Gate, yang kini semakin diminati masyarakat.

Sepanjang periode Januari–Juli Tahun 2026, tercatat sebanyak 288.282 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh telah memanfaatkan layanan Face Recognition Boarding Gate di wilayah KAI Daop 3 Cirebon. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 70.788 pelanggan atau sekitar 32,5 persen dibandingkan periode yang sama pada Tahun 2025 yang mencatat sebanyak 217.494 pelanggan.

Peningkatan tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap inovasi digital KAI yang mampu memberikan pengalaman perjalanan lebih praktis, cepat, aman, dan nyaman sejak proses keberangkatan.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan bahwa Face Recognition Boarding Gate merupakan salah satu bentuk komitmen KAI dalam menghadirkan layanan transportasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

“Transformasi digital yang dilakukan KAI bertujuan menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin mudah dan nyaman. Melalui Face Recognition Boarding Gate, pelanggan tidak lagi perlu menunjukkan tiket fisik maupun kartu identitas saat boarding. Cukup dengan verifikasi wajah, pelanggan dapat langsung memasuki area keberangkatan secara cepat, praktis, aman, dan tetap mengutamakan perlindungan data pribadi,” ujar Muhib.

Di wilayah KAI Daop 3 Cirebon, layanan Face Recognition Boarding Gate saat ini tersedia di dua stasiun, yaitu Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebonprujakan.

Berdasarkan data pada periode Januari–Juli Tahun 2026, Stasiun Cirebon menjadi stasiun dengan jumlah pengguna Face Recognition Boarding Gate tertinggi, yakni mencapai 214.994 pelanggan, sedangkan Stasiun Cirebonprujakan sebanyak 73.288 pelanggan.

Muhibbuddin menjelaskan bahwa tingginya pemanfaatan layanan tersebut menunjukkan semakin banyak pelanggan yang merasakan manfaat digitalisasi layanan KAI dalam mendukung perjalanan yang lebih efisien.

Lebih lanjut, Muhib mengatakan bahwa KAI terus memperhatikan aspek keamanan data dalam penerapan teknologi digital. KAI telah menerapkan standar keamanan informasi internasional ISO 27001. Di sisi lain, penerapan Face Recognition Boarding Gate juga menjadi bagian dari upaya KAI dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan.

“Penerapan Face Recognition tidak hanya memberikan kemudahan dan kecepatan dalam proses boarding, tetapi juga memberikan manfaat positif terhadap lingkungan. Dengan pelanggan tidak lagi menggunakan tiket fisik saat proses boarding, kebutuhan pencetakan tiket berbasis kertas roll dapat dikurangi. Hal ini sejalan dengan semangat Green Movement KAI, yaitu mendorong berbagai kegiatan dan inovasi yang lebih ramah lingkungan melalui efisiensi penggunaan sumber daya,” jelas Muhib.

Menurut Muhib, pengurangan penggunaan kertas tersebut menjadi salah satu kontribusi nyata dari transformasi digital KAI dalam mendukung pengelolaan sumber daya yang lebih berkelanjutan. Semakin banyak pelanggan yang menggunakan layanan digital, maka semakin besar pula upaya efisiensi terhadap penggunaan material pendukung layanan berbasis kertas.

“Green Movement bukan hanya tentang kegiatan penghijauan, tetapi juga bagaimana KAI menghadirkan proses bisnis dan layanan yang lebih ramah lingkungan. Digitalisasi melalui Face Recognition menjadi salah satu langkah sederhana namun berdampak, karena dapat mengurangi penggunaan kertas roll untuk pencetakan tiket sekaligus membuat proses boarding lebih cepat dan efisien. Dengan demikian, aspek pelayanan kepada pelanggan dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan,” tambah Muhib.

KAI Daop 3 Cirebon mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan Face Recognition Boarding Gate agar dapat menikmati pengalaman boarding yang lebih modern, efisien, dan praktis. Registrasi dapat dilakukan dengan mudah melalui petugas di stasiun yang telah menyediakan fasilitas tersebut.

“Ke depan, KAI akan terus mengembangkan berbagai inovasi digital untuk menghadirkan layanan transportasi yang semakin mudah diakses, cepat, dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan. Kami berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan Face Recognition Boarding Gate sebagai bagian dari pengalaman baru menggunakan kereta api yang lebih modern, praktis, sekaligus turut mendukung upaya KAI dalam mewujudkan layanan yang lebih ramah lingkungan,” pungkas Muhib. (Ruddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *