Walikota Cirebon Hadir di Tengah Kemeriahan Anak Yatim, Isi Lentera Ramadan
CIREBON, (SGOnline).-
Wali Kota Kota Cirebon, Effendi Edo, bersama Ketua TP PKK Noviyanti Edo menghadiri kegiatan Lentera Ramadan: Berbagi Bahagia Bersama 200 Anak Yatim dan Dhuafa yang digelar di Swiss-Belhotel Cirebon, Sabtu (28/2/2026). Kehadiran jajaran Pemkot menandai komitmen pemerintah daerah untuk terus hadir di tengah kelompok masyarakat rentan, khususnya di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan bahwa kebahagiaan tidak selalu dimaknai secara material. Menurutnya, ketenangan batin, silaturahmi, dan kebersamaan justru menjadi esensi kebahagiaan yang sesungguhnya.
“Melalui kegiatan ini, saya kembali diingatkan bahwa kebahagiaan hadir ketika kita bisa berbagi, bersilaturahmi, dan tersenyum bersama anak-anak yang hari ini hadir,” ujar Effendi Edo.
Ia juga memberikan pesan motivasi kepada anak-anak yatim agar tetap optimistis menatap masa depan. Pemerintah dan masyarakat, kata dia, merupakan satu keluarga besar yang akan terus memberikan dukungan.
“Jangan pernah berkecil hati. Allah SWT adalah sebaik-baiknya pelindung. Teruslah mengaji, teruslah bermimpi, karena doa adalah kunci yang mengetuk pintu langit,” tuturnya.
Pemkot Cirebon turut mengapresiasi panitia penyelenggara. Bagi pemerintah daerah, kegiatan seperti ini bukan sekadar agenda buka puasa bersama, melainkan wujud konkret kepedulian sosial. Filosofi “Lentera” dinilai mencerminkan harapan—meski kecil, mampu memberi cahaya dan arah di tengah kesulitan.
“Inilah wajah Kota Cirebon yang religius, penuh kasih, dan tidak membiarkan warganya berjalan sendiri dalam kesulitan,” kata Wali Kota.
Sementara itu, pendiri Yayasan Lentera Hati, H. Daan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian yayasan yang telah berjalan sejak 2015. Berbasis di Cirebon, yayasan ini aktif di bidang kemanusiaan, termasuk penyediaan layanan ambulans gratis bagi masyarakat.
Selain itu, Yayasan Lentera Hati memiliki program berkelanjutan seperti Jumat Berkah yang telah berjalan hampir satu dekade, dengan pembagian makanan rutin setiap pekan. Khusus Ramadan tahun ini, 200 anak yatim menerima santunan berupa paket sembako, uang tunai, dan kebutuhan pokok lainnya.
Tidak hanya fokus pada bantuan materi, yayasan juga menaruh perhatian pada pembinaan karakter dan spiritual anak-anak asuh melalui pelatihan ESQ serta program Tahfidz Al-Qur’an.
“Kami ingin memastikan anak-anak tumbuh dengan kecerdasan emosional dan fondasi keagamaan yang kuat,” ujar H. Daan. (SGO)
