2026-04-18

SGOnline

Bersinar & Informatif

Masyarakat Kota Cirebon Diminta Waspadai Penyebaran Monkeypox

CIREBON, (SGOnline),-
Monkeypox atau yang kita kenal sebagai cacar monyet muncul sebagai ancaman kesehatan yang perlu diperhatikan. Virus Monkeypox ini merupakan anggota keluarga yang sama dengan penyebab cacar air, yaitu keluarga virus ortopox. Walaupun mirip secara genetik, gejala cacar monyet cenderung lebih berat dibandingkan dengan cacar air.

Dokter Yanuar Anggara, seorang spesialis anak di RS. Pelabuhan Kota Cirebon, menjelaskan bahwa meskipun cacar monyet bukanlah penyakit baru, penyebarannya semula terbatas di daerah Afrika Tengah. Namun, pada tahun 2022-2023, kasus cacar monyet mulai muncul di Indonesia.

Virus monkeypox dapat menyebar melalui berbagai cara, termasuk melalui kontak kulit, cairan tubuh, dan hubungan seksual. Yanuar juga menjelaskan bahwa penyakit ini tidak hanya menyerang kelompok tertentu, meskipun beberapa kasus pertama di Indonesia melibatkan individu yang berisiko tinggi seperti kaum LGBT.

Gejalanya antara lain demam, pembengkakan kelenjar getah bening, dan ruam kulit yang berisi nanah. Terlebih lagi, cacar monyet dapat mempengaruhi individu dengan daya tahan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV.

Pencegahan cacar monyet melibatkan menjaga pola hidup yang bersih dan sehat, menghindari aktivitas seksual yang berisiko, dan menghindari kontak dengan penderita. Vaksin monkeypox sudah ada, namun belum tersebar luas di Indonesia. Dalam penanganan pasien, isolasi diri, istirahat, dan perawatan medis dapat diperlukan tergantung pada tingkat keparahan penyakit.

Dalam penanganan penyakit cacar monyet, RS. Pelabuhan Kota Cirebon telah menyiapkan ruang isolasi dan mengikuti standar pencegahan penularan. Mereka juga memiliki program telemesin untuk layanan pengobatan jarak jauh.

Dengan berbagai langkah pencegahan dan penanganan yang sudah diatur, penyebaran monkeypox dapat diminimalkan dan situasi ini terus dipantau oleh para ahli kesehatan.

Ketua Bidang Perawatan, RS. Pelabuhan, Tarwin, juga menekankan perlunya perlindungan pasien, tenaga medis, dan keluarga dalam penanganan kasus monkeypox.

Penting untuk tetap waspada dan mengikuti panduan kesehatan yang diberikan oleh otoritas kesehatan terkait penyebaran monkeypox.

(Andi/SGO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *