Berkat Kreativitas, Kini Suhadi Mampu Menjual Batok Kelapa Hingga Ratusan Ribu Rupiah, Kok Bisa?
CIREBON, (SGOnline).-
Jika Anda adalah penggemar atau pengoleksi tanaman hias, mungkin ada baiknya Anda berkeliling di kawasan Jalan Kanoman Kota Cirebon, tepatnya pinggiran pasar, karena di sana terdapat deretan bonsai unik.
Dibilang unik, karena berbeda, biasanya bonsai dibuat dari ranting atau akar pohon. Namun, warga yang sebelumnya berjualan pisang, memanfaatkan kelapa tua yang tumbuh tunasnya untuk dibuat bonsai.
Di tangan Suhadi, warga yang tinggal di sekitar Pasar Kanoman ini, kelapa tua itu diukir sedemikian rupa menggunakan alat berupa pisau kecil, dan dibentuk aneka motif, seperti motif batik yang sudah sangat terkenal, yaitu Mega Mendung. Selain itu, ada pula motif aneka ragam hewan, seperti angsa, burung, kura-kura dan lainnya.
Kelapa tua yang sebelumnya terlihat biasa-biasa saja, setelah diukir dengan aneka motif tadi, malah memiliki nilai ekonomis karena menjelma menjadi karya seni yang bernilai tinggi.
Suhadi menceritakan, ide pembuatan bonsai kelapa tua ukir tersebut bermula pada awal tahun 2023, ia mencoba dengan membuat hal baru, dan kini hasilnya sudah bisa diterima oleh pecinta tanaman hias atau bonsai dari sejumlah daerah di luar Cirebon.
“Yang datang ke sini, justru ada yang dari luar Cirebon Mas, katanya sih kok aneh, sambil lihat-lihat banyak yang tertarik, lalu beli, terutama motif Mega Mendung, juga ukiran bentuk hewan,” ungkapnya kepada wartawan, Sabtu (24/6/2023).
Suhadi menambahkan, harga yang ditawarkan bervariasi, bahkan hingga kisaran ratusan ribu rupiah, tergantung tingkat kesulitan mengukir motifnya.
“Kelapa tua kalau dijual biasa, ya paling cuma 5000 rupiah per buah saja mas,” tuturnya.
Hal ini membuktikan jika kreativitas itu tanpa batas dan dengan berkreasi, sesuatu yang semula tak bernilai justru akan menuai cuan berlipat. Jadi, jangan ragu untuk terus mengembangkan ide atau gagasan, karena dari situlah akan muncul peluang usaha yang jauh lebih prospektif. (Andi/SGO)
