Waspada El Nino, BBWSCC Siapkan Sejumlah Strategi
Cirebon, (SGOnline),- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan El Nino bakal terjadi di Indonesia. El Nino akan membuat kemarau panjang yang dikhawatirkan terjadi kekeringan.
Menyikapi informasi dari BMKG Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggsarung (BBWSCC) langsung menyusun strategi atau langkah-langkah pencegahan.
“Ada beberapa strategi yang sudah kami siapkan terkait informasi dari BMKG tentang ancaman El Nino. Kami susun pola pembagian air untuk irigasi, menjaga embung, menampung air di toren-toren hingga pengerahkan mobil tanki air,” papar Kepala BBWSCC, Dwi Agus Kuncoro kepada wartawan, Jumat (14/4/2023).
Dwi Agus Kuncoro mengemukakan, pola pembagian air untuk irigasi tidak hanya dilandasi kesepakatan bersama berbagai pihak, tetapi juga perlu melibatkan petugas keamanan. Dengan harapan, semua pihak benar-benar menjaga dan menjalankan kesepakatan bersama yang dibuat.
Soal tanki air, BBWSCC mempunyai keterbatasan armada. Solusi yang akan dilakukan yakni menjalin sinergitas dengan instansi Pemadam Kebakaran (Damkar) di masing-masing daerah. Bila memang dibutuhkan, mobil damkar bakal dipergunakan untuk membawa air ke wilayah yang mengalami kekeringan.
Dwi Agus Kuncoro meminta ada kerja sama juga dengan instansi yang menaungi penyuluh pertanian. Sebab, penyuluh pertanian yang mengetahui situasi di lapangan.
Penyuluh pertanian diharapkan cepat memberi informasi situasi dan kondisi yang terjadi di lapangan pada musim kemarau nanti.
“Kita tentu tidak ingin terjadi El Nino, tetapi kewaspadaan dan kesiapsiagaan harus dilakukan. Ini hanya perkiraan, yang patut diwaspadai itu pada bulan Juni-Oktober. Waktunya tidak bisa kita pastikan, bisa terjadi lebih awal atau juga selesainya lebih lama. Saya harap masyarakat, khususnya petani bisa mengatur dengan baik pola tanam,” lanjut dia.
Untuk pemasangan toren-toren, kepala BBWSCC menilai tempat yang cocok yakni di masjid atau sekolah. Pasalnya, masjid dan sekolah umumnya cukup luas serta ada tempat untuk pemasangan toren-toren.
“Intinya kami ingin mengajak kepada semua semua pihak untuk waspada dan sinergi melakukan upaya bersama dalam menghadapi kemungkinan terjadinya musik kemarau panjang,” pungkas Dwi Agus Kuncoro.
( Andi/SGO)
