2026-04-21

SGOnline

Bersinar & Informatif

Tarif Angkot di Cirebon Disesuaikan, Umum Rp 6.000 & Pelajar Rp 4.000

Cirebon, SGOnline,- Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) membuat kebutuhan lain mengalami penyesuaian. Salah satunya tarif angkutan kota (angkot) atau angkutan umum.

Di Kota Cirebon, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Cirebon bersama puluhan sopir angkot langsung melakukan pertemuan atas kenaikan BBM subsidi.

Hasil pertemuan antara pengurus Organda Cirebon dengan para sopir disepakati adanya penyesuaian tarif sementara. Untuk penumpang umum menjadi Rp 6.000, sedangkan pelajar Rp 4.000.

Perwakilan sopir angkot, Abidin mengatakan, kenaikan harga BBM seharusnya tidak diberlakukan untuk angkutan umum.

“Sopir angkutan umum itu sudah susah cari penumpang. Pendapatan para sopir tidak seberapa. Kalau sekarang BBM subsidi naik, tarif angkot harus disesuaikan,” tandasnya kepada awak media, Senin (5/9/2022).

Penyesuaian tarif angkot, lanjutnya, merupakan upaya pencegahan terjadinya aksi mogok operasional para sopir. Dengan penyesuaian tarif sementara, beban para sopir bisa berkurang atas kenaikan BBM subsidi.

Para sopir angkutan umum tentu keberatan dengan kenaikan harga BBM subsidi. Tapi, keputusan sudah dikeluarkan pemerintah.

“Tarif Rp 6.000 untuk penumpang umum dan Rp 4.000 bagi pelajar, itu penyesuaian sementara. Kami dari para sopir inginnya tarif penumpang umum Rp 7.000 dan pelajar Rp 5.000. Kita akan rapatkan lagi nanti dengan organda,” lanjut dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Organda Cirebon, Yuyun Wahyu Kurnia mengemukakan, pihaknya segera menindaklanjuti penyesuaian tarif untuk penumpang angkutan umum.

“Penyesuaian tarif tentunya harus ada surat keputusan resmi, tapi situasi di lapangan juga harus dikendalikan. Kami tidak ingin ada aksi mogok karena masih banyak masyarakat, terutama pelajar, yang membutuhkan angkutan umum. Karena itu, disepakati ada penyesuaian tarif sementara. Setelah ini, kita akan bahas lebih cepat untuk kemudian dikeluarkan keputusan resmi dari pemerintah,” jelas Yuyun.

Organda Cirabon meminta masyarakat pengguna kendaraan umum, termasuk pelajar, bisa memaklumi penyesuaian sementara ini. Bagaimanapun, beban para sopir sangat berat bila tidak dilakukan penyesuaian tarif. (Andi/SGO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *