2026-04-21

SGOnline

Bersinar & Informatif

BEM FH UGJ Sesalkan Tindakan Represif Anggota Polres Ciko ke Pengunjuk Rasa Mahasiswa

CIREBON, (SGOnline).-

Mahasiswa BEM FH UGJ mengecam tindakan represif pihak kepolisian saat aksi unjuk rasa BEM FH UGJ di depan kantor DPRD Kota Cirebon yang berujung ricuh.

Mahasiswa menilai pihak kepolisian melakukan tindakan represif kepada mahasiswa. Selain itu, mahasiswa juga menuntut Polres Cirebon Kota bertanggungjawab atas tindakan represif yang terjadi saat aksi unjuk rasa.

Mahasiswa juga berjanji akan mengawal segala proses yang merugikan terhadap korban tindakan represif.

“Kami meminta agar pihak Polres Cirebon Kota bertanggungjawab atas tindakan represif aksi unjuk rasa kemarin,” kata Gubernur BEM FH UGJ, R. M. Fajri, Selasa (19/7/2022).

Fajri menceritakan kronologis kejadian saat aksi unjuk rasa. Fajri mengatakan, masa aksi bergerak dari Kampus III menuju Kampus 1 UGJ pada pukul 13.00 WIB.

Kemudian masa aksi bergerak dari Kampus I Jl Pemuda menuju masjid At Taqwa, Kota Cirebon. Dilanjutkan long march menuju gedung DPRD Kota Cirebon, setelah sampai masa aksi membuat lingkaran untuk melakukan orasi.

Fajri menambahkan, masa aksi di depan gedung DPRD Kota Cirebon untuk menyampaikan aspirasi awalnya berlangsung damai.

Saat masa aksi mencoba untuk masuk dan bertemu dengan DPRD Kota Cirebon, terhambat karena dihadang oleh pihak aparat kepolisian. Lalu, terjadi aksi saling dorong antara pihak aparat dengan masa aksi di gerbang gedung DPRD.

Bahkan menurutnya, bukan hanya aksi saling dorong tetapi ada tindakan represif dari pihak aparat ke masa aksi, sehingga menyebabkan korban. Ada tiga orang massa aksi termasuk wakil gubernur BEM-KM Fakultas Hukum yang merupakan seorang wanita juga menjadi korban dari tindakan represifitas aparat.

Ketika dirasa suasana sudah semakin chaos dan korban banyak yang berjatuhan, massa aksi kemudian menarik mundur demi keamanan. Lalu, massa aksi terbagi menjadi tiga kelompok, kelompok yang pertama mendampingi korban yang dilarikan ke RS Sumber Kasih.

Kelompok kedua mendampingi korban yang dilarikan ke RS Gunung Jati, dan kelompok ketiga menuju kampus 3 untuk mengamankan masa aksi yang tersisa.

“Wakil Gubernur BEM-KM Fakultas Hukum yang juga seorang wanita beserta massa aksi menjadi korban kericuhan aksi penolakan RKUHP dan kenaikan harga BBM serta ketidakstabilan harga sembako,” katanya. (Herwin/SGO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *