2026-03-29

SGOnline

Bersinar & Informatif

Sungai Sukalila Diproyeksikan Jadi Ikon Cirebon, Pemkot Gandeng BBWS

CIREBON, (SGOnline).-

Pemerintah Kota Cirebon mulai menata masa depan Sungai Sukalila. Melalui kolaborasi strategis dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, proyek normalisasi dan penataan kawasan sungai ini diproyeksikan menjadi ikon baru kota pesisir tersebut.

Rencana besar itu dipaparkan dalam agenda Ekspose Rencana Kerja Normalisasi dan Penataan Sungai Sukalila yang digelar di Kantor BBWS Cimanuk Cisanggarung, Rabu (29/1/2026). Targetnya ambisius: kawasan Sungai Sukalila tak hanya kembali berfungsi optimal secara teknis, tetapi juga tampil sebagai ruang publik representatif pada akhir 2026.

Wali Kota Cirebon menyambut positif desain komprehensif yang disusun tim BBWS. Menurutnya, konsep yang ditawarkan mampu menjawab dua kebutuhan sekaligus—pengendalian sungai dan penataan estetika kota.

“Ini bukan sekadar normalisasi sungai. Kita ingin menghadirkan ruang yang benar-benar bisa dinikmati masyarakat, baik dari sisi fungsi maupun keindahan,” ujar Wali Kota saat meninjau paparan desain.

Penataan Sungai Sukalila dirancang dengan pendekatan terpadu, menggabungkan fungsi teknis pengendalian aliran air dengan wajah baru kawasan tepi sungai. Pemerintah Kota bahkan berencana melibatkan budayawan lokal untuk menentukan penamaan kawasan yang ikonik namun tetap berpijak pada nilai sejarah Cirebon. Sejumlah nama mulai mengemuka, seperti Teras Sukalila dan Lebak Sukalila.

Dari sisi pendanaan, proyek ini tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah. Pemkot membuka peluang keterlibatan sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Dana CSR tersebut akan diarahkan untuk pembangunan fasilitas pendukung yang belum terakomodasi dalam anggaran utama, termasuk jembatan penghubung antara kawasan Kalibaru dan Sukalila, serta perawatan rumah ibadah di sepanjang aliran sungai.

Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, pemerintah juga tengah mengkaji ulang rekayasa lalu lintas satu arah di sekitar kawasan serta menyiapkan opsi lahan parkir yang lebih representatif.

Sementara itu, terkait kendala teknis di lapangan, khususnya keterbatasan armada pengangkut, Wali Kota menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk turun tangan langsung. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan mengoptimalkan armada dump truck yang tersedia agar proses normalisasi tidak melenceng dari jadwal.

“Sungai Sukalila punya nilai sejarah besar bagi Cirebon. Lewat penataan ini, kita tidak hanya menjaga keseimbangan alam, tetapi juga menciptakan ruang sosial baru yang menjadi sumber kebanggaan warga,” tutup Wali Kota. (SGO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *