Bisnis Cuan yang Menggiurkan, Idulfitri Menjelang Pesanan Ratusan Parcel pun Datang
CIREBON, (SGOnline).-
Bulan suci Ramadhan yang juga disebut-sebut sebagai bulan penuh berkah, memang benar adanya. Keberkahan itu bukan hanya terlihat dari sisi spiritualitas, seperti semaraknya warga Muslim yang memadati masjid-masjid untuk menunaikan salat taraweh, tetapi juga dari sudut pandang ekonomis, yakni menjamurnya pedagang dadakan yang menjajakan makanan dan minuman khas bulan puasa, seperti aneka kolak, es buah maupun menu untuk berbuka puasa.
Diakui atau tidak, keberkahan bulan Ramadhan bukan hanya dinikmati kaum Muslim, tetapi juga mereka yang di luar agama Islam. Hal itu terlihat dari tidak sedikit dari mereka (non Muslim) yang memanfaatkan penghujung Ramadhan dengan menyediakan aneka parcel. Tradisi tahunan ini tentu tidak bisa dipandang sebelah mata, karena memiliki nilai ekonomi tinggi.
Sejumlah pengusaha parcel di kawasan Jalan Pekiringan Kota Cirebon misalnya, mereka berlomba menyediakan beragam bentuk parcel, mulai dari aneka kue kering, sirup, snack sampai barang pecah belah. Dengan kemasan yang ciamik, tentu akan menggoda konsumen untuk membelinya. Sebab, mengirim bingkisan parcel ke sanak kerabat atau orang tersayang, seakan menjadi tradisi wajib jelang Idulfitri.
Husen Sadra, salah seorang pembeli parcel, saat ditemui mengaku, momen Lebaran Idulfitri jika tidak diisi dengan pemberian parcel kepada orang terkasih rasanya tidak afdhol. Oleh karena itu, warga Beber, Kabupaten Cirebon ini kerap membeli sejumlah parcel untuk dibagi-bagikan kepada karib kerabat maupun relasi bisnisnya.
“Ya hitung-hitung sebagai rasa syukur, sekaligus ucapan selamat Hari Raya Idulfitri kepada orang tua maupun sanak saudara. Setelah berpuasa sebulan penuh kita rayakan dengan bagi-bagi parcel. Saya kira wajar kalau berbagi kebahagiaan,” tuturnya, Sabtu (8/4/2023).
Sementara itu, Nurlaela, salah seorang pedagang parcel mengaku, tahun ini permintaan pembuatan bingkisan parcel meningkat tajam. Bahkan hampir tak terpegang karena membludaknya pesanan.
“Dua minggu jelang Idulfitri sudah ada ratusan pesanan yang masuk. Meskipun pesanan sangat banyak, kami tetap mengutamakan kualitas. Kami tidak ingin pelanggan merasa kecewa karena parcelnya dibuat asal jadi,” ungkapnya.
Ditanya soal harga, Nurlalela menjelaskan, harga parcel bervariasi mulai dari Rp 150.000 hingga Rp 2 juta atau tergantung dari isi dan tingkat kerumitan pembuatan parcel. Soalnya tidak sedikit konsumen yang menginginkan parcelnya berbeda dari yang lain.
“Kami optimistis peningkatan penjualan parcel ini akan terus terjadi hingga beberapa hari menjelang Idulfitri 1444 Hijriah,” ungkapnya. (Andi/SGO)
